BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Anak kecil dipukung

Pak Adi Purnomo bersama Debi yang sedang dipukung
Ketika berkunjung Sei Hanyo pada hari Kamis - Jum'at, 17-18 November 2011 yang lalu, penulis berkesempatan untuk mampir di Desa Tuyun, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas. Di desa tersebut penulis sempat mengabadikan seorang anak kecil yang bernama Debi, umur 10 bulan yang sedang lelap tertidur dipukung oleh orang tuanya. Pukung adalah cara meletakkan anak kecil dalam ayunan dengan melilitkan selendang sedemikian rupa pada badannya, sehingga anak dapat tersangga dengan baik. Umumnya orang tua mengatakan anaknya lelap jika tidur dipukung seperti itu. Kebiasaan ini sering kita temukan dikalangan masyarakat Kalimantan dalam rangka untuk membuat mereka nyaman berada di ayunan.
Debi yang dilahirkan dengan ditolong bidan desa setempat secara gratis karena ada Jamkesda ini, dipukung sejak usia 4 bulan. Menurut ibunya, Debi rajin diimunisasi. Sayangnya Debi tidak minum ASI, karena alergi. Semoga Debi yang dipukung tumbuh menjadi anak yang sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)