Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Budak yang shalih



Oleh : Abdul Hamid, S.Ag

Rasulullah memiliki akhlak yang mulia. Rasululllah juga tidak lupa berdo’a kepada Allah SWT meskipun dosa beliau sudah diampuni. Beliau tidak pernah meninggalkan shalat malam. Di zaman dulu ada seorang budak yang dibeli oleh seseorang. Budak yang akan dibeli ini minta tiga syarat:

1.   Bila sampai waktu shalat, saya jangan dilarang, biarkan saya shalat. Tuannya menyanggupi.

2.   Bila saya disuruh bekerja, pekerjakan saya diwaktu siang saja, malam saya jangan disuruh. Tuannya menyanggupi.

3.   Saya minta dibuatkan rumah, yang mana tidak ada yang masuk ke rumah tersebut kecuali saya. Tuannya menyanggupinya.

Budak disuruh memilih rumah. Dia memilih rumah yang akan hancur. Mengapa engkau memilih rumah seperti itu. Budak itu berkata, “Saya minta maaf sebelumnya, rumah yang akan hancur ini, Allah akan meramaikannya dan akan menjadi taman dari taman surga.” Lalu sampai pada waktu malam, dia masuk ke tempat itu dan tuannya tadi melakukan hiburan. Ketika tengah malam, acara hiburan tuannya selesai. Tuannya penasaran, mengapa budaknya meminta tiga syarat tadi. Matanya tertuju pada rumah budaknya. Ternyata dirumah yang buruk tadi, di depannya ada cahaya yang luar biasa (seperti ada lampu yang bergantung di langit). Ini yang dimaksud oleh si budak tadi. Sang budak sedang dalam keadaan sujud, dia tidak melihatnya. Budaknya berdo’a kepada Allah: Ya Allah, saya mewajibkan atas diri saya membantu tuan saya karena dia membeli saya. Seandainya aku bukan budak, aku akan menyerahkan seluruh hariku untuk Engkau. Maafkan saya Ya Allah. 
Penasaran tuannya menyaksikan budaknya sampai waktu fajar. Lampu dan cahaya tadi menghilang. Lalu tuannya kembali ke rumah, mengabarkan kepada istrinya tentang apa yang terjadi. Malam berikutnya tuannya membawa istrinya untuk mengintip budaknya. Terjadi juga apa yang terjadi seperti kemarin. Si budak tetap bermunajat sampai subuh. Budak tadi dipanggil. Sekarang engkau kami merdekakan. Aku ikhlas karena Allah ujar tuannya. Sehingga engkau tidak bekerja di sini lagi. Wahai anak, kami melihat engkau memiliki kemuliaan yang luar biasa. Anak tersebut tidak mengerti mengenai kisah itu. Anak tersebut mengangkat kedua tangannya. Ya Allah, saya memohon kepada Engkau agar engkau tidak menampakkan hijab ini dan jangan engkau tampakkan keadaanku kepada orang lain. Jika engkau buka tabir ini, angkat aku kepada Engkau. Allah hendak menampakkan tabir tersebut, Allah kemudian mewafatkannya. Anak tersebut tersungkur.

*Disampaikan pada hari Minggu, 13 November 2011 di Majelis Ta'lim Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. X, Kuala Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini