BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

dr. Agus Waluyo - Direktur baru Akper Kapuas

Pada pelantikan pejabat Eselon II, III dan IV pada tanggal 3 November 2011 yang lalu, juga terjadi pergantian kepemimpinan di Akademi Keperawatan Pemda Kapuas. Bapak Mantikei F. Lambong, MM digantikan oleh dr. Agus Waluyo.

Ketika diwawancarai secara singkat sebelum dan sesudah peringatan HUT Korpri dan Hari Kesehatan Nasional pada hari Selasa, 29 November 2011 di halaman kantor Bupati Kapuas, dr. Agus menyampaikan tugas besarnya adalah memperbaharui Akreditasi Akper. Sebagaimana kita ketahui, Akper Pemda Kapuas dibawah kepemimpinan Bapak Mantikei berhasil membuat Akper meraih Akreditasi B. Hal ini dikarenakan struktur organisasi yang lengkap, sumber daya manusia pengajar yang memadai dan sarana serta prasarana yang mendukung. Mengingat saat ini akreditasi tersebut harus diperpanjang, merupakan tugas berat bagi direktur baru untuk mewujudkannya.

Ada wacana yang disampaikan oleh direktur baru mengenai biaya pendidikan mahasiswa Akper. Untuk lebih membuat pendidikan kesehatan ini terjangkau dikalangan masyarakat, terfikir oleh beliau, bagaimana kalau biaya pendidikan tersebut diturunkan pada tahun depan. Hal ini tentu harus melalui proses yang cukup panjang di internal akademi sendiri.

Sehubungan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran di Akper, beliau berupaya untuk bisa melengkapi sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tidak memadai lagi, serta mengupayakan agar perlengkapan yang dibutuhkan untuk praktikum mahasiswa bisa tersedia, sesuai dengan standar yang ada, baik itu laboratorium keperawatan maupun laboratorium ilmu-ilmu dasar.

Banyak yang harus dipelajari dan banyak hal yang harus dilakukan oleh direktur baru ini. Kita berhadap beliau dapat diberikan kesehatan dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)