Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Global Walk Tahun 2011 di Kuala Kapuas

Peserta Global Walk Tahun 2011 di Kuala Kapuas (Courtesy of Bapak Cahyono)
Pada hari Minggu, 13 November 2011 bertempat di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo pada pukul 06.00 WIB dimulai kegiatan Global Walk dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300-an orang. Mengingat hari hujan, rute jalan sehat ini dipersingkat hanya meliputi sekitar stadion saja. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Kapuas bekerjasama dengan Diabetes Center RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Pelepasan peserta Global Walk dilakukan oleh direktur rumah sakit, dr. H. Bawa Budi Raharja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"