BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Indonesia MDG Awards

Kabupaten Kapuas ingin berpartisipasi dalam Indonesia MDG Awards. Untuk mewujudkan tujuan tersebut dibentuklah tim untuk mengusulkan sektor apa yang akan dimajukan dalam penghargaan tersebut. Setelah melalui diskusi yang cukup alot pada hari Kamis, 24 November 2011 di ruang rapat Bupati lantai 2, Jalan Pemuda Km. 5,5 akhirnya diputuskan bahwa kategori yang dipilih adalah Akses ke air minum layak dan sanitasi dasar. Program yang diajukan adalah Air Minum dan Kesehatan Masyarakat yang merupakan bagian dari proyek Community Water Supply and Health Program yang berada dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Salah satu hal yang diunggulkan dalam program ini adalah adanya desa dalam proyek yang berhasil membuat perubahan yang sangat berarti dalam kehidupan masyarakat yaitu mengubah kebiasaan buang air besar sembarangan menjadi buang air besar pada tempatnya. Partisipasi masyarakat dalam proyek ini ditunjukkan dengan adanya kontribusi tenaga dan dana yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satu kelemahan dalam proyek ini adalah kurangnya peran serta pemerintah daerah dalam pendanaan program ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)