Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Seminar Anti HIV/AIDS

Pada hari Rabu, 30 November 2011 bertempat di Aula Palangka, Universitas Palangka Raya, Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) menyelenggarakan Seminar Anti HIV/AIDS. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh para mahasiswa PSPD. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa PSPD semester 1 dan 3 serta undangan yang berasal dari beberapa sekolah di lingkungan Kota Palangka Raya.

Para penyaji dalam seminar ini adalah:
  1. dr. Mikko A Ludjen, Sp.OG yang menyampaikan materi "Kesehatan Reproduksi Remaja"
  2. dr. Jum'atil Fajar, MHlthSc yang menyampaikan materi "Mengenal HIV dan Cara Penularannya"
  3. Mirhan, S.Pd (Ketua PKBI Kalimantan Tengah) yang menyampaikan materi "Bahaya HIV/AIDS dan Cara Pencegahannya".
Dari data yang disampaikan oleh Bapak Mirhan, S.Pd, rupanya jumlah pengidap virus HIV sudah mencapai angka diatas 100 untuk wilayah Kalimantan Tengah. Menurut data yang beliau sampaikan, di Kuala Kapuas terdapat 2 orang yang positif. Yang perlu diwaspadai adalah, jumlah tadi hanya merupakan bagian puncak dari sebuah gunung es. Jadi keberadaan Voluntary Counseling Test.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"