Postingan

Menampilkan postingan dengan label HIV

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Pertemuan Forum Kemitraan dan Lintas Sektor Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, Malaria di Kabupaten Kapuas

Gambar
  Pada hari Senin, 17 Juli 2023 bertempat di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas, dilaksanakan kegiatan Pertemuan Forum Kemitraan dan Lintas Sektor Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, Malaria di Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diinisiasi oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Kalimantan Tengah. Penyaji dalam pertemuan ini terdiri dari tiga instansi yaitu: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Badan Penelitian dan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas Kegiatan diskusi dan tanya jawab dipimpin oleh Ibu Sophia Wirda dari Adinkes. 

Seminar Pengokohan Keluarga Indonesia dalam Menghadapi Bahaya Penyakit Sosial

Gambar
Nazmiannoor, S.Pd, MT Pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 bertempat di aula Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Seminar Pengokohan Keluarga Indonesia dalam Menghadapi Bahaya Penyakit Sosial. Narasumber kegiatan ini adalah Bapak Nazmiannoor, S.Pd, MT dari Badan Narkotika Kabupaten Kapuas dan dr. Tri Setyautami, MPHM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Bapak Nazmi menyampaikan bahwa zat adiktif menjadi pintu gerbang untuk narkotika. Beliau ingin generasi muda menjadi pejuang dengan ciri-ciri jujur, mandiri dan peduli. Pengguna narkoba umumnya karena coba-coba. Beliau mengajak kita membentengi diri terhadap penyalahgunaan narkoba dengan jalan menanamkan nilai-nilai agama dalam diri; memiliki integritas, kejujuran dan loyalitas. dr. Tri Setyautami, MPHM menjelaskan tentang infeksi menular seksual (IMS) terutama HIV / AIDS. Konsekuensi IMS mengenai ibu, anak dan bapak. Jumlah kasus HIV makin meningkat, termasuk perempuan, ibu dan anak. Kelompok umur ter

Pertemuan Surveilans Program Pengendalian HIV-AIDS dan IMS

Gambar
Pak William Katopo (kanan) menyampaikan materi Pada hari Rabu-Kamis, 20-21 April 2016 bertempat di aula Aquarius Boutique Hotel dilaksanakan kegiatan Pertemuan Surveilans Program Pengendalian HIV-AIDS dan IMS Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2016. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala bidang pelayanan medik rumah sakit umum daerah se-Kalimantan Tengah.  Dalam sambutannya, kepala dinas kesehatan provinsi Kalimantan Tengah, dr. Suprastya Budi menyampaikan bahwa penularan HIV sudah sampai ke para ibu rumah tangga. Beliau menginginkan agar "mobile VCT" dapat berjalan dengan kerjasama antara dinas kesehatan, rumah sakit dan komisi penanggulangan AIDS. Beliau berharap kerjasama ini dapat berlangsung tidak hanya di provinsi, tapi juga di kabupaten.  Stigma terhadap penderita HIV-AIDS diharapkan tidak terjadi lagi di kalangan petugas kesehatan.  Endang Narang (kiri), Suprastya Budi (Kadinkes-tengah), Didik, narasumber pusat (kanan) Beliau mengharapkan

Sosialisasi HIV - AIDS dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari

Gambar
Kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Kapolres Kapuas di dampingi Ketua YKB Cabang Kapuas dr.Tonun Irawaty Panjaitan sedang memberikan materi Pemberian cenderamata dan foto bersama perwakilan peserta Sosialisasi HIV AIDS Tanggal 28 Maret 2016,dalam rangka HUT YKB (Yayasan Kemala Bhayangkari) ke-36 tahun 2016, pengurus Kemala Bhayangkari Cabang Kapuas bekerjasama dengan Polres Kapuas dan KBP3 mengadakan Sosialisasi HIV-AIDS yang bertempat di halaman belakang Polres Kapuas. Dalam kegiatan ini pihak panitia mengundang dr.Tonun Irawaty Panjaitan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas sebagai narasumber. Acara diikuti oleh perwakilan siswa siswi SD,SLTP,SLTA,Polri, Bhayangkari,PNS Polri serta guru-guru pendamping.  Dalam kata sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, Kapolres Kapuas AKBP Hendra Rochmawan,S.IK.,M.H yang didampingi Ketua YKB Kapuas Ny.Neneng Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa HIV AIDS penting diketahui sejak dini agar kita terhindar dari penyakit yang

On-the-job training pelaporan program HIV/AIDS

Gambar
Suasana on-the-job training pelaporan program HIV/AIDS Pada hari Selasa, 13 Januari 2015 bertempat di ruangan Pelayanan Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan On-the-job training pelaporan program HIV/AIDS untuk VCT dan CST. Pelatihan ini langsung dilakukan oleh Ibu Fatiya Herawati dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Hadir dalam on-the-job training tersebut Ibu Karolina Kamala, Ibu Eka Puji Astuti dan Ibu Ice. 

Serosurvey HIV di Kecamatan Kapuas Tengah

Gambar
Penyuluhan HIV bagi orang-orang yang berisiko tinggi HIV ( Courtesy of Fitri Ningrum Intani ) Pada hari Kamis-Sabtu, 25-27 September 2014 tim dari Dinas Provinsi Kalimantan Tengah dibantu dengan staf dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melakukan kegiatan serosurvey HIV di Kecamatan Kapuas Tengah. Pemeriksaan ini dilakukan terhadap orang-orang yang berisiko untuk terinfeksi virus HIV, baik akibat pekerjaan yang mereka lakukan maupun faktor-faktor lainnya. Dalam kegiatan ini, pihak RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo juga dilibatkan yaitu dari poliklinik Voluntary Counseling Test (VCT). Bagi petugas di poliklinik VCT kegiatan ini disebut sebagai Mobile VCT dimana mereka bisa melakukan konseling terhadap orang-orang yang ingin diperiksa status HIV-nya di luar rumah sakit. Kegiatan serosurvey ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah untuk melihat kecenderungan perubahan angka penularan dari HIV. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah penderita yang

Pemkab Tambah Anggaran Untuk Komisi Penanggulangan AIDS

Dalam presentasi yang disampaikan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas dalam pertemuan Komisi Penanggulangan AIDS Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Desember 2013 di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, disampaikan bahwa pada tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Kapuas akan menganggarkan dana untuk KPA Kabupaten Kapuas sebesar 150 juta. Pertemuan koordinasi ini dihadiri oleh Asisten I, Sekretaris KPA, anggota DPRD, Kasie Bimdal P2 Dinas Kesehatan, Kabid Kesra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan staf keuangan Sekretariat Daerah. Pada saat ini berdasarkan data yang didapatkan dari rumah sakit dan dinas kesehatan, ada dua orang penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kapuas dan ada beberapa orang yang reaktif terhadap pemeriksaan diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test). Kondisi ini mengharapkan seluruh unsur masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan masalah HIV/AIDS di Kabupaten Kapuas.

Jambore dan Duta Sanitasi Kabupaten Kapuas 2013

Gambar
Pak Bambang sedang memberikan penyuluhan Pada hari Selasa, 5 Maret 2013, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan Jambore dan Duta Sanitasi Kabupaten Kapuas 2013 dengan tema Bersama Kita Peduli Sanitasi dan Air Minum. Kegiatan yang dilaksanakan di lantai dua kantor PU ini diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kapuas. Kegiatan pada hari pertama ini diisi dengan penyuluhan yang disampaikan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan. Penyuluhannya meliputi masalah Pemanfaatan Sampah (Reduce, Reuse dan Recycle) oleh Ibu Heni. Penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disampaikan oleh Bapak Bambang. Penyuluhan tentang HIV / AIDS disampaikan oleh Ibu Tri Setyautami. Lomba poster dan karya tulis dengan tema diatas akan dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Maret 2013.

Poliklinik VCT di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Dalam rangka memperluas pelayanan tentang pencegahan dan penanganan masalah HIV/AIDS, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sejak tanggal 19 Februari 2013 yang lalu sudah membuka klinik VCT. Klinik ini akan memberikan konseling kepada pasien yang ingin mengetahui status dirinya apakah mengidap virus HIV atau tidak. Klinik ini terbuka untuk umum. Mengingat saat ini banyak kemungkinan orang untuk tertular virus HIV, seperti melalui hubungan seks yang tidak aman, melalui jarum suntik, melalui transfusi darah, maka bagi mereka yang beresiko tinggi tersebut disarankan untuk memeriksakan dirinya ke Poliklinik VCT. Poliklinik ini terletak di Paviliun RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

Pelatihan Case, Support and Treatment Kalimantan Tengah

Gambar
Peserta dari Kapuas (dr. Fitri Ningrum Intani) sedang menyampaikan presentasi Pada tanggal 27 September - 3 Oktober 2012 bertempat di Hotel Dandang Tingang diselenggarakan Pelatihan Case, Support and Treatment Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah ini diikuti oleh beberapa rumah sakit di Kalimantan Tengah. RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo mengirimkan enam peserta dalam pelatihan tersebut. Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan dalam rangka mempersiapkan rumah sakit untuk membentuk bagian yang khusus menangani kasus-kasus HIV/AIDS. Akan ada dua buah tim yang akan mengelola program ini yaitu Tim Voluntary Counseling Test (VCT) dan Case, Support and Treatment (CST). Tim VCT akan mengajak masyarakat yang beresiko tinggi untuk memeriksakan status HIV/AIDS mereka di VCT. Bila pasien tersebut positif maka penanganan masalah mereka akan diserahkan kepada Tim CST. Program ini sangat membutuhka

Data HIV-AIDS di Kalimantan Tengah - September 2011

2008 2009 2010 2011 Kasus HIV - - 21 32 Kasus AIDS 9 12 36 30 Data Tahun 2011 sampai bulan September Bila kita melihat data diatas maka tampak bahwa ada peningkatan kasus HIV di Kalimantan Tengah. Mengingat kasus AIDS hanya muncul setelah sekitar 10 tahun infeksi oleh HIV, maka ada beberapa skenario mengenai kemungkinan infeksinya: Infeksi dapat terjadi ketika penderita berada di Kalimantan Tengah Infeksi terjadi ketika penderita berada diluar Kalimantan Tengah. Bila penderita mendapatkan infeksi di Kalimantan Tengah, berarti sejak 10 tahun yang lalu, sudah ada penderita yang menularkan HIV kepada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Tengah rentan terhadap infeksi oleh HIV. Bila kita melihat laporan dari Kementerian Kesehatan tentang jumlah kasus AIDS menurut pekerjaan di Indonesia Tahun 2011 sampai bulan September maka yang paling banyak adalah Ibu Rumah Tangg

Seminar Anti HIV/AIDS

Gambar
Pada hari Rabu, 30 November 2011 bertempat di Aula Palangka, Universitas Palangka Raya, Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) menyelenggarakan Seminar Anti HIV/AIDS. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh para mahasiswa PSPD. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa PSPD semester 1 dan 3 serta undangan yang berasal dari beberapa sekolah di lingkungan Kota Palangka Raya. Para penyaji dalam seminar ini adalah: dr. Mikko A Ludjen, Sp.OG yang menyampaikan materi "Kesehatan Reproduksi Remaja" dr. Jum'atil Fajar, MHlthSc yang menyampaikan materi "Mengenal HIV dan Cara Penularannya" Mirhan, S.Pd (Ketua PKBI Kalimantan Tengah) yang menyampaikan materi "Bahaya HIV/AIDS dan Cara Pencegahannya". Dari data yang disampaikan oleh Bapak Mirhan, S.Pd, rupanya jumlah pengidap virus HIV sudah mencapai angka diatas 100 untuk wilayah Kalimantan Tengah. Menurut data yang beliau sampaikan, di Kuala Kapuas terdapat 2

Prevalensi Perilaku Seks Beresiko, PMS dan HIV diantara Homoseks

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 ini menggambarkan bahwa homoseks sudah menjadi sesuatu yang biasa di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dalam penelitian ini bahwa jumlah mereka sudah cukup besar dan mereka melakukan hubungan seksual diantara mereka yang pada akhirnya dapat mengakibatkan mereka menderita Penyakit Menular Seksual (PMS) dan salah satu penyebab penyakit tersebut adalah virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Menarik untuk disimak adalah tingkat pendidikan yang dimiliki oleh laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki adalah mereka yang mengetahui tentang cara penularan penyakit menular seksual dan mereka juga termasuk orang-orang yang berpendidikan tinggi. Jadi terlihat sekali bahwa pendidikan harus disertai dengan keimanan, karena sehebat apapun seseorang tapi ketika dia tidak memiliki keimanan, maka dalam kacamata agama, dia tetap dikategorikan sebagai orang yang bodoh sebagaimana gelar yang dimiliki oleh Umar bin Hisyam yaitu Abu Hakam (orang

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan