DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Data HIV-AIDS di Kalimantan Tengah - September 2011



2008
2009
2010
2011
Kasus HIV
-
-
21
32
Kasus AIDS
9
12
36
30

Data Tahun 2011 sampai bulan September

Bila kita melihat data diatas maka tampak bahwa ada peningkatan kasus HIV di Kalimantan Tengah. Mengingat kasus AIDS hanya muncul setelah sekitar 10 tahun infeksi oleh HIV, maka ada beberapa skenario mengenai kemungkinan infeksinya:
  • Infeksi dapat terjadi ketika penderita berada di Kalimantan Tengah
  • Infeksi terjadi ketika penderita berada diluar Kalimantan Tengah.
Bila penderita mendapatkan infeksi di Kalimantan Tengah, berarti sejak 10 tahun yang lalu, sudah ada penderita yang menularkan HIV kepada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Tengah rentan terhadap infeksi oleh HIV.

Bila kita melihat laporan dari Kementerian Kesehatan tentang jumlah kasus AIDS menurut pekerjaan di Indonesia Tahun 2011 sampai bulan September maka yang paling banyak adalah Ibu Rumah Tangga. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak suami yang membawa oleh-oleh ke rumahnya, sehingga istri yang secara tradisional setia menunggu dirumah malah lebih banyak terinfeksi.

Sumber: Laporan Kasus HIV-AIDS di Indonesia sampai dengan September 2011 (Direktoral Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)