Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Poliklinik VCT di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Dalam rangka memperluas pelayanan tentang pencegahan dan penanganan masalah HIV/AIDS, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sejak tanggal 19 Februari 2013 yang lalu sudah membuka klinik VCT. Klinik ini akan memberikan konseling kepada pasien yang ingin mengetahui status dirinya apakah mengidap virus HIV atau tidak. Klinik ini terbuka untuk umum.

Mengingat saat ini banyak kemungkinan orang untuk tertular virus HIV, seperti melalui hubungan seks yang tidak aman, melalui jarum suntik, melalui transfusi darah, maka bagi mereka yang beresiko tinggi tersebut disarankan untuk memeriksakan dirinya ke Poliklinik VCT. Poliklinik ini terletak di Paviliun RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas