Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Prevalensi Perilaku Seks Beresiko, PMS dan HIV diantara Homoseks



Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 ini menggambarkan bahwa homoseks sudah menjadi sesuatu yang biasa di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dalam penelitian ini bahwa jumlah mereka sudah cukup besar dan mereka melakukan hubungan seksual diantara mereka yang pada akhirnya dapat mengakibatkan mereka menderita Penyakit Menular Seksual (PMS) dan salah satu penyebab penyakit tersebut adalah virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Menarik untuk disimak adalah tingkat pendidikan yang dimiliki oleh laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki adalah mereka yang mengetahui tentang cara penularan penyakit menular seksual dan mereka juga termasuk orang-orang yang berpendidikan tinggi. Jadi terlihat sekali bahwa pendidikan harus disertai dengan keimanan, karena sehebat apapun seseorang tapi ketika dia tidak memiliki keimanan, maka dalam kacamata agama, dia tetap dikategorikan sebagai orang yang bodoh sebagaimana gelar yang dimiliki oleh Umar bin Hisyam yaitu Abu Hakam (orang yang bijak) yang oleh Allah SWT disebut sebagai Abu Jahal (orang yang bodoh).


Sumber: Gaya Nusantara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"