Film Dokumenter American Doctor Rekam Perjuangan Tenaga Medis di Tengah Krisis Gaza

Gambar
INFORMASI KAPUAS – Sebuah film dokumenter baru berjudul American Doctor mengangkat perjuangan para dokter yang bekerja di tengah rusaknya layanan kesehatan dan membeludaknya jumlah pasien di Jalur Gaza. Film tersebut mengikuti perjalanan tiga dokter asal Amerika Serikat yang menjadi sukarelawan di sejumlah rumah sakit di wilayah itu. Dokumenter ini menampilkan dokter bedah ortopedi Mark Perlmutter dari Carolina Utara, dokter bedah trauma Feroze Sidhwa dari California, serta dokter instalasi gawat darurat Thaer Ahmad dari Chicago. Ahmad merupakan seorang warga Amerika keturunan Palestina. Dalam wawancara bersama program berita Democracy Now! , sutradara film American Doctor , Poh Si Teng, menjelaskan bahwa film tersebut dibuat untuk memperlihatkan dampak perang melalui sudut pandang tenaga kesehatan. Film itu juga merekam kegiatan staf medis Palestina yang tetap merawat pasien dalam keadaan serba terbatas. Menurut pejabat Palestina sebagaimana dikutip dalam program tersebut, sekitar 1...

Seminar Pengokohan Keluarga Indonesia dalam Menghadapi Bahaya Penyakit Sosial

Nazmiannoor, S.Pd, MT
Pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 bertempat di aula Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Seminar Pengokohan Keluarga Indonesia dalam Menghadapi Bahaya Penyakit Sosial. Narasumber kegiatan ini adalah Bapak Nazmiannoor, S.Pd, MT dari Badan Narkotika Kabupaten Kapuas dan dr. Tri Setyautami, MPHM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Bapak Nazmi menyampaikan bahwa zat adiktif menjadi pintu gerbang untuk narkotika. Beliau ingin generasi muda menjadi pejuang dengan ciri-ciri jujur, mandiri dan peduli. Pengguna narkoba umumnya karena coba-coba. Beliau mengajak kita membentengi diri terhadap penyalahgunaan narkoba dengan jalan menanamkan nilai-nilai agama dalam diri; memiliki integritas, kejujuran dan loyalitas.


dr. Tri Setyautami, MPHM menjelaskan tentang infeksi menular seksual (IMS) terutama HIV / AIDS. Konsekuensi IMS mengenai ibu, anak dan bapak. Jumlah kasus HIV makin meningkat, termasuk perempuan, ibu dan anak. Kelompok umur terbanyak 25-49 tahun. Ditularkan paling banyak lewat hubungan seks  heteroseksual, LSL, penasun, dan lain-lain. ODHA di Kapuas sudah ada 21 penyandang HIV. Virus HIV ada di cairan vagina, sperma, darah dan air susu ibu. HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk. Sekarang sudah banyak anak yang tertular HIV. Pencegahan dengan ABCDE.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)