Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Warung Haji Ipah

Warung ini terletak di Desa Palingkau Baru, persis sebelum jembatan sebelah kiri ketika kita menuju ke Palingkau dari Kuala Kapuas. Warung ini menyediakan soto ayam, sop ayam, ayam panggang, masak habang (masak merah) dan sate ayam. Untuk makan ayam panggang plus nasi dan teh manis, harganya Rp 15.000. Bila ingin memesan sate ayam dibungkus, harganya Rp 13.000. Tapi bila makan di warung ini plus minumnya harganya Rp 15.000.

Pada hari admin berkunjung ke warung ini, mereka sedang menjual durian ukuran kecil dengan harga Rp 15.000 per buah. Durian ini mereka beli juga di pasar. Menurut keterangan mereka, durian ini juga banyak dihasilkan dari kebun-kebun di sekitar Palingkau. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)