The Salahuddin Generation (Serial 1) Bangkit dari Masa Tergelap: “The Rise of the Assassins” dan Awal Lahirnya Generasi Salahuddin

Gambar
  Ada kalanya kita merasa hidup di masa paling buruk dalam sejarah umat: perpecahan, pengkhianatan, musuh yang mengepung, dan rasa putus asa yang sulit dipadamkan. Dalam pembuka serial The Salahuddin Generation , Dr. Hassan Elwan justru mengajak kita “mundur” ke masa yang jauh lebih gelap—untuk membuktikan satu hal: umat pernah jatuh lebih parah, dan pernah bangkit dengan lebih mulia . Episode perdana ini berjudul “The Rise of the Assassins” (tayang perdana 6 Desember 2025 ) dan menjadi fondasi narasi besar: Salahuddin bukan “pahlawan tunggal”, melainkan buah dari sebuah generasi —generasi yang dibentuk oleh krisis, lalu dipulihkan melalui ilmu, lembaga, dan keteguhan iman. 1) Bukan “Salahuddin dulu”, tapi “luka besar sebelum Salahuddin” Alih-alih memulai cerita dari kelahiran sang tokoh, Dr. Hassan Elwan menegaskan: tantangan terbesar generasi Salahuddin bukan semata pasukan Salib, melainkan korupsi dan kerusakan internal —dari penguasa hingga masyarakat. Karena itu, jendela...

Ghusl (Mandi Junub)



Oleh: Abdul Hamid, S.Ag
  • Banyak orang yang tidak tahu masalah mandi junub
  • Kewajiban ada dua
    • Niat (ini yang membedakan antara mandi ini dengan mandi yang lain). Seorang yang berniat tapi tidak mengerjakan satu pahalanya. Kalau dia mengerjakan apa yang dia niatkan, pahalanya sepuluh. Kalau niatnya buruk, kemudian tidak dikerjakan, tidak berdosa.
      • Waktu meletakkan niat pada waktu pertama kali membasuh anggota tubuh kita dimana saja: Aku berniat ghusl fardhu karena Allah SWT. Anggota tubuh itu sama saja dimana saja kita  memulainya.
      • Jika disana berkumpul dua mandi wajib (jima’ dan mengeluarkan mani) apakah cukup dengan satu niat, dijawab dengan cukup satu niat saja.
      • Mandi wajib tidak bisa disatukan niatnya dengan mandi sunat. Mandi wajib dulu. Kemudian mandi sunnah.
      • Niat itu dalam hati. Menurut Imam Syafi’i sunnat diucapkan. Hal ini dilakukan untuk memantapkan hati.
      • Aku berniat mengangkat junub. Aku berniat mengangkat hadats besar. Aku berniat untuk mandi wajib.
  • Meratakan air ke seluruh badan.
    • Maka dia harus memperhatikan tempat-tempat yang tidak sampai air, misalnya ketiak, telinga, lekukan perut, paha dan antara dua pantat.
    • Bagaimana membasuh kulit dibawah kulup kalau belum disunat. Kalau dia uzur dia boleh shalat, tapi nanti dia harus meng-qodho kalau sudah disunat.
    • Orang yang tidak disunat: Kalau orang meninggal dimandikan, lalu tidak dishalatkan. Imam Ibnu Hajar: diganti dengan tayamum setelah dimandikan. Apakah harus disunat setelah dia meninggal, jangan karena itu menyakiti si mayit. Dishalatkan saja karena darurat. Jangan ditarik kulup-nya ke belakang. 

*Disampaikan pada Majelis Ta'lim Al-Inayah, Minggu, 18 Desember 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas