The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”
Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...
dr.Jum'atil & dr.Tri S tidak apa2kan ?! Alhamdulillah pada selamat...nda apa2 mobil rusak yg pasti penumpang selamat...
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusSetelah Mendapatkan Informasi langsung meluncur ke Lokasi Namun Mobil sudah tidak berada ditempat (alias udah diderek) Namun cerita yang menarik juga pada saat mencari TKM seputar tikungan tajam dengan kecepatan 25 KM/jam didepan terjadi laka antar sepeda motor dan Mobil avanza dimana pengendara sepeda motor luka ringan & ditolong masyarakat setempat. Melihat kejadian tersebut karena mobil avanza tersebut tidak berhenti akhirnya diputuskan untuk mengejar Alhamdulillah -+ 1,5 KM dari TKM mobil dapat dihalau dengan dalih sopir tidak melihat dan kembali akhirnya damai Avanza Warna Silver Nopol : B 114..SOG.
BalasHapus