Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Tetap bersemangat meskipun hujan

Staf rumah sakit yang tetap bersemangat untuk apel meskipun hujan
Pagi hari Selasa, 13 Desember 2011 diwarnai dengan hujan. Hujan rintik-rintik pada waktu subuh mengawali hujan yang deras dipagi harinya. Namun kondisi hujan ini tidak menghalangi semangat para pelajar untuk tetap datang ke sekolah, baik dengan berjalan kaki, bersepeda, membonceng sepeda motor orang tua atau diantar dengan mobil.

Semangat bekerja juga ditunjukkan oleh para pegawai negeri sipil yang tetap datang pagi hari ke kantor meskipun sebagian besar dari mereka harus menggunakan sepeda motor untuk mencapai kantor dan menggunakan jas hujan. Ada sebagian yang harus berbasah-basah. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB dimana mereka harus apel, maka apel pun dilaksanakan dengan jumlah orang seadanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)