Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Peningkatan dan Rehabilitasi Dermaga Sungai Danau Mare

Pondasi dermaga sungai Danau Mare
Peningkatan dan rehabilitasi dermaga sungai Danau Mare dilakukan sejak 27 Juni 2011 sampai dengan 28 November 2011 dengan memakan biaya sebanyak Rp 4.808.888.000. Pelaksana pekerjaan ini adalah PT. Arta Jaya Makmur Sejahtera dan pengawasnya adalah PT. Tabengan Indah Design. Pekerjaan yang ada saat ini baru sebagian saja dari panjang dermaga yang akan diperbaiki. Mudah-mudahan pada tahun 2012 ini proyek ini kembali dilanjutkan. Ketika admin mengkonfirmasi kepada petugas di pelabuhan Danau Mare, beliau tidak tahu kapan proyek ini akan selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas