Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Pameran Sekolah di Kuala Kapuas Tahun 1933

Pameran Sekolah di Kuala Kapuas Tahun 1933 (Courtesy of mission 21)
Foto diatas dibuat oleh Studio Halhimoto, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto ini menggambarkan suasana pameran hasil karya anak-anak sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Belanda di Kuala Kapuas tahun 1933. Dalam foto diatas tampak bahwa bahan utama untuk pameran ini adalah rotan. Dari rotan dibuatlah topi, keranjang dan lain-lain. Selain itu juga tampak lukisan hasil karya anak-anak yang ditempel di dinding. Tampak sekali bahwa kerajinan tangan cukup menjadi perhatian pada masa lalu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)