Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pembangunan Masjid At-Taubah Saka Purun

Masjid At-Taubah lama (kiri) dan baru (kanan)
Bangunan Masjid At-Taubah Saka Purun yang baru sudah menampakkan bentuknya. Masjid berukuran 16 x 16 meter persegi ini sudah memakan biaya (uang tunai) sekitar 200 juta rupiah. Ini belum termasuk sumbangan dari para donatur, baik berupa pasir untuk menimbun lokasi pembangunan masjid, sumbangan semen, sumbangan pasir dan lain-lain. Diperkirakan biaya total yang diperlukan untuk membangun masjid ini adalah sebesar 1,5 milyar rupiah.
Rencana Pembangunan Masjid At-Taubah Saka Purun
Dari gambar diatas tampak bahwa masjid akan dibangun berlantai dua. Namun karena keterbatasan dana untuk saat ini prioritasnya adalah menyelesaikan lantai pertama. Diperlukan dana sebanyak 80 juta-an untuk menyelesaikan lantai pertama. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)