DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Pembuatan Kompos di TPA Handil Teluk Palinget

Pada hari Selasa, 20 Maret 2012 admin berkesempatan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Handil Teluk Palinget, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Dalam kunjungan ini admin mendapat penjelasan dari Bapak Iwan, penanggung jawab TPA tentang proses pembuatan kompos. Kegiatan pembuatan kompos dimulai dengan memilah sampah dari gundukan sampah yang ada di TPA.
Gundukan sampah di TPA Handil Teluk Palinget
Sampah yang sudah dipisahkan tersebut merupakan sampah-sampah organik yang dibawa dari gundukan sampah ke ruang pembuatan kompos dengan menggunakan gerobak dorong.
Kumpulan sampah organik yang sudah dipilah
Sampah organik tersebut dimasukkan ke dalam "mesin peramu".
"Mesin peramu" sampah
Dalam mesin peramu ini, sampah organik dicampur dengan Kompos Aktivator dan Bakteri Fermentasi untuk mempercepat terbentuknya kompos.
Kompos aktivator dan bakteri fermentasi
Kompos yang sudah terbentuk didiamkan di ruangan ini selama 7 hari.
Setelah 7 hari, kompos ini dipindahkan ke ruangan pengeringan.
Pengeringan kompos
Agar cepat kering, kompos tersebut dibolak-balik.
Kompos yang dibolak-balik
Setelah kering, seperti inilah hasilnya:
Menurut keterangan Bapak Iwan, kompos ini baru digunakan untuk keperluan di TPA saja dan digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman yang ditanam di kompleks TPA.
Berbagai tanaman yang menggunakan kompos produksi TPA Handil Teluk Palinget
Mengingat sangat terbatasnya tenaga untuk pembuatan kompos ini, pembuatan kompos ini hanya dapat dilakukan beberapa kubik saja sehari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)