The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Gladi Bersih Pembukaan MTQ Kalteng XXVI Tahun 2012


Video streaming by Ustream
Pada hari Kamis, 26 April 2012 pukul 19.30 WIB bertempat di Stadion Panunjung Tarung diselenggarakan Gladi Bersih Pembukaan MTQ Kalteng XXVI. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kapuas, Ir. H. Muhammad Mawardi, MM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh petugas upacara yang terdiri dari unsur parade kafilah (pembawa papan nama kafilah), petugas pengibar bendera, paduan suara, sanggar tari dan marching band.

Informasi Kapuas melakukan uji coba untuk menyiarkan gladi bersih ini dengan mengggunakan handycam. Namun sayang kecepatan Telkom Speedy yang ada belum mampu untuk mengunggah gambar dengan resolusi tinggi. Akhirnya admin mencoba menggunakan webcam biasa saja untuk meliput kegiatan pembukaan ini. Rencana semula untuk bisa menggunakan "output" dari Jorong Production terpaksa dibatalkan.

Setelah gladi bersih, ada pengarahan dari Bupati Kapuas serta penyerahan bingkisan dari Ibu Hj. Aliyah Mawardi kepada seluruh petugas upacara yang diberikan secara simbolis kepada perwakilan seluruh unsurnya. Setelah itu dilanjutkan dengan evaluasi dari panitia. Dalam evaluasi ini disampaikan bahwa nada lagu Indonesia Raya tidak boleh menggunakan gaya Reggae. Kemudian dievaluasi juga masalah pencahayaan yang ada di lapangan yang kurang maksimal. Diharapkan pada saat pembukaan, masalah pencahayaan ini sudah selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas