Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pawai Ta'aruf MTQ Kalteng XXVI Tahun 2012

Tim medis pengawal pawai ta'aruf (dari kiri ke kanan): Hari Satrisna, Amd.Kep; Hj. Khairunnisa,  SKM; dr. Tri Setyautami, MPHM; Rio Desi Purwanti, Amd.Kep; Ahmad Hadi Iswanto, Amd.Kep
Pada hari Sabtu, 28 April 2012 sore diselenggarakan kegiatan Pawai Ta'aruf sebagai rangkaian kegiatan MTQ Kalteng XXVI Tahun 2012. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kafilah yang berasal dari 14 kabupaten kota se-Kalimantan Tengah. Masing-masing kafilah membuat berbagai macam model penampilan dengan menggunakan mobil sebagai dasarnya.
Kafilah Kabupaten Katingan
Kontingen Kabupaten Katingan menampilkan penari di atas panggung berupa burung (Tingang Menteng). Penampilan penari dengan pakaian adat Dayak ini sangat menarik perhatian penonton. Apalagi penari ini menari dengan menggunakan mandau (senjata khas Dayak).
Kafilah Kota Palangka Raya
 Penampilan dari kafilah-kafilah lain sangat bervariasi, ada yang menampilkan bentuk perahu, ada yang menampilkan bentuk masjid, ada yang menampilkan orang yang sedang membaca Qur'an dan lain-lain.
Kafilah Kabupaten Pulang Pisau
 Sebenarnya tidak cuma pawai kendaraan hias saja yang menarik, tetapi pawai orang yang berjalan pun sebagian ada yang menyita perhatian masyarakat seperti ditampilkannya penari oleh sebagian kafilah. Adanya sumbangan "duel" oleh perguruan silat dan lain-lain.
Kafilah Kabupaten Seruyan
Pawai ta'aruf yang dimulai dari depan Masjid Agung Al-Mukarrom berakhir di Bukit Ngalangkang. Banyak peserta yang kelelahan, apalagi para pelajar yang harus memegang spanduk, atau mendorong gerobak. Secara keseluruhan kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Disepanjang jalan masyarakat sangat antusias menyaksikan pawai ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)