Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Puskesmas Lamunti - pengampu warga transmigrasi

Puskesmas Lamunti
Puskesmas Lamunti terletak di UPT Lamunti II A-1 yang sekarang disebut sebagai Desa Lamunti Permai, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Puskesmas ini dibangun sebagai persiapan sebagai puskesmas yang akan menangani masalah kesehatan bagi masyarakat transmigrasi dan sekitarnya. Wilayah kerjanya adalah sebagai berikut:

  • Desa-desa di pinggir Sungai Kapuas:
    • Desa Manusup
    • Desa Sei Kapar
    • Desa Tarantang
    • Desa Lamunti
  • Desa-desa di wilayah transmigrasi:
    • UPT Lamunti II A1-A2
    • UPT Lamunti II B1-B2
    • UPT Lamunti II C1-C4
Puskesmas ini dipimpin oleh Afride, SKM dibantu oleh Heni sebagai kepala tata usaha dan dr. Satria Ramli beserta teman-teman perawat lainnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"