Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Supervisi Dinas Kesehatan ke Desa Tarantang

Wawancara dengan Sekretaris Desa Tarantang
Pada hari Sabtu, 9 Juni 2012, rombongan dari Bidang Penanggulangan Masalah Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melakukan kunjungan ke Desa Tarantang, Kecamatan Mantangai untuk mengkonfirmasi kasus demam berdarah yang ada di sana. Dari hasil wawancara dan kunjungan ke desa tersebut didapatkan informasi bahwa kasus demam berdarah ini sumbernya adalah dari Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Rupanya kemajuan transportasi sudah membuat penyakit ini bisa ada dimana-mana dalam waktu yang singkat.

Namun hal yang melegakan adalah ketika melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, tidak ditemukan jentik-jentik di penampungan air disana. Penggunaan air sungai oleh masyarakat, membuat mereka senantiasa menutup tempat penampungan air, sehingga nyamuk Aedes aegipty tidak sempat berkembang biak disana. Berbeda dengan masyarakat transmigrasi Lamunti yang sering membuka tempat penyimpanan air dalam rangka menampung air hujan.
Menggunakan pelampung ketika menggunakan klotok
Untuk mengunjung Desa Tarantang, petugas dari dinas kesehatan menggunakan klotok dari Puskesmas Lamunti. Menariknya ketika menggunakan klotok, sebagian besar petugas menggunakan pelampung (life jacket). Mereka tidak ingin mengulang kejadian yang pernah menimpa rekan kerja mereka ketika menempuh perjalanan air yaitu terjatuh dari klotok atau klotoknya terbalik dan mereka tidak dapat menyelamatkan diri. Semoga standar keamanan ini dapat dilakukan oleh berbagai instansi untuk mengurangi angka kematian akibat kecelakaan kendaraan air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas