Postingan

Menampilkan postingan dengan label Demam Berdarah

Promosi 4M Plus oleh Dinas Kesehatan

Pada hari Kamis, 28 Januari 2016, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas membuat rekaman promosi 4M Plus. Ada suara dua orang staf yang direkam yaitu Netty Kuswara dan Muhammad Hayat. Pengeditan suara ini dilakukan oleh Muhammad Ramadhan dengan menggunakan program Audio Director . Sedangkan yang mengatur susunan iklan ini adalah Tri Setyautami. Rencananya rekaman ini akan digunakan untuk kampanye demam berdarah bagi masyarakat Kabupaten Kapuas.  

Penyuluhan Demam Berdarah di Desa Bangun Harjo

Gambar
dr. Tri Setyautami sedang memberikan penyuluhan demam berdarah Desa Bangun Harjo, Kecamatan Bataguh selama ini tidak pernah memiliki kasus demam berdarah. Namun saat ini ada pasien demam berdarah yang berasal dari desa ini. Mengingat bahwa desa ini pernah menjadi desa Open Defecation Free (ODF) - desa bebas buang air besar di tempat terbuka, oleh karena itu dianggap motivasi mereka cukup tinggi. Pada hari Selasa, 17 Maret 2015, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Puskesmas Pulau Kupang melakukan kegiatan penyuluhan demam berdarah di tempat ini. Masyarakat dimotivasi untuk bisa melakukan kegiatan 4M Plus. 

Bimtek Penanggulangan Demam Berdarah di Kecamatan Kapuas Murung

Gambar
Foto bersama di depan Puskesmas Palingkau Pada hari Rabu, 26 Februari 2015, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Penanggulangan Demam Berdarah di Kecamatan Kapuas Murung. Dalam kegiatan tersebut petugas dari Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus demam berdarah di Desa Tajepan. Selain itu petugas dinas juga melakukan kegiatan bimbingan teknis kepada petugas di Puskesmas Palingkau. 

Supervisi KLB Demam Berdarah Dari Kementerian Kesehatan

Gambar
Rombongan supervisi KLB demam berdarah Pada hari Selasa, 17 Februari 2015 bertempat di ruang direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo berlangsung kegiatan supervisi kejadian luar biasa demam berdarah oleh kementerian kesehatan RI. Dalam pertemuan ini dua orang supervisor dari pusat didampingi oleh Ibu Rita dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah serta Anih dan Pandit dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Narasumber pusat meminta penjelasan dari pihak rumah sakit mengenai diagnosis, tatalaksana serta pelaporan kasus demam berdarah ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Setelah bincang-bincang tersebut pihak kementerian kesehatan melihat status pasien yang meninggal, kemudian meminta untuk bisa membawa sampel serum dari penderita yang positif demam berdarah untuk diperiksa sub tipe virusnya. 

Fogging Tidak Lagi Menjadi Primadona

Pada hari Senin, 9 Februari 2015, ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Ibu Ary Egahni, SH melakukan kunjungan ke Kelurahan Selat Barat, Desa Pulau Telo dan Desa Pulau Telo Baru. Kegiatan ini dilakukan untuk mengkampanyekan 4M Plus. Dalam penyuluhan yang beliau sampaikan, beliau menekankan pentingnya melakukan 4M Plus dan tidak menjadikan fogging sebagai satu-satunya cara untuk menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah di Kabupaten Kapuas. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan abate secara simbolis kepada perwakilan ketiga lokasi yang dikunjungi tersebut. Selain itu beliau juga secara simbolis menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK). PMT tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Tim Penjaringan dan Penyuluhan Puskesmas Melati Sasar Pelajar MTsN Selat

Gambar
dr. Rina Nurdiana sedang memberikan penyuluhan Kuala Kapuas (Humas),   MTsN. Selat menjadi salah satu sasaran pelaksanaan Program Penjaringan dan Penyuluhan Anak Sekolah, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kab. Kapuas melalui UPTD Puskesmas Melati Kacamatan Selat. Dalam kegiatan yang gelar Rabu, (4/12) para pelajar MTsN. Selat mendapatkan penyuluhan tentang penyakit Demam Berdarah (DBD) dan    penjaringan berupa   penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan serta pemeriksaan kesehatan secara umum.   Bertindak sebagai pemeriksa kesehatan serta nara sumber   dalam penyuluhan tersebut dr. Rina Nurdiana dan dibantu oleh satu tim tenaga medis. Dalam paparannya, dr. Rina Nurdiana mengatakan, penyakit demam berdarah sampai sekarang belum ada obatnya dan vaksin pencegahannya. Penyebab penyakit ini  adalah virus demam berdarah yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini suka berkembang biak pada air bersih yang tergenang.      “Gejala penyakit  DBD, demam tinggi mendad

Penyelidikan Epidemiologi di PT. Kalimantan Ria Sejahtera

Pada hari Kamis-Jum'at, 28-29 November 2013, rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengadakan penyelidikan epidemiologi di perusahaan besar sawit PT. Kalimantan Ria Sejahtera. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut laporan dari perusahaan tersebut bahwa ada sebagian dari karyawannya yang menderita penyakit demam berdarah. Ketika rombongan sampai di perusahaan, ternyata semua pekerja yang diduga menderita penyakit demam berdarah sudah dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya. Pimpinan rombongan, dr. Tri Setyautami, MPHM langsung menghubungi pihak Doris untuk mendapatkan informasi mengenai pasien yang dirujuk tersebut. Ternyata tidak ada satu pun penderita yang dirujuk tersebut didiagnosis dengan demam berdarah. Pada saat yang sama, petugas dari Dinas Kesehatan langsung memeriksa rumah-rumah para pekerja yang sakit tersebut. Ternyata dari pemeriksaan, banyak rumah yang memiliki jentik-jentik. Para petugas dari Dinas Kesehatan langsung melakukan fogging f

Pelatihan Jumantik Puskesmas Lamunti

Gambar
Pada hari Rabu, 8 Mei 2013 bertempat di Puskesmas Lamunti dilakukan kegiatan Pelatihan Juru Pemantau Jentik. Enam dari sebelas peserta hadir dalam pelatihan tersebut. Sebagian peserta tidak datang karena pagi hari tersebut hujan deras. Pelatihan ini dibuka oleh Drs. Aswan, M.Si, Camat Mantangai. Narasumber pelatihan ini adalah dr. Tri Setyautami, MPHM (Kepala Seksi Bimdal P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas), Heni (Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Lamunti) dan Sri Fatimah (Petugas Gizi Puskesmas Lamunti). Dalam sambutannya Pak Camat menyambut baik kegiatan ini, karena tanpa peran serta masyarakat penyakit Demam Berdarah (DBD) akan sulit dikendalikan. Penyakit DBD sangat terkait dengan perilaku manusia yang tidak disadari menciptakan lingkungan yang disukai oleh nyamuk DBD untuk berkembang biak. Misalnya membuang sampah sembarangan, menumpuk barang-barang bekas, membiarkan air tergenang, tidak menutup tempat-tempat penampungan air, dan sebagainya. Jadi penting untuk mengubah

Seminar Kesehatan - HDI Propoelix Untuk Demam Berdarah dan Penyakit Degeratif

Gambar
dr. Tri Setyautami, MPHM sedang memberikan materi Pada hari Minggu, 31 Maret 2013 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, dilaksanakan Seminar Kesehatan tentang penemuan terbaru HDI Propoelix untuk mengobati Demam Berdarah dan membantu penyembuhan penyakit degeneratif. Narasumber dalam seminar ini adalah dr. H. Ahmad Haspiani, M.MKes (pemilik depo High Desert Indonesia Kapuas), dr. Hj. Tri Setyautami, MPHM (Kepala Seksi Bimdal P2 Dinas Kesehatan Kapuas) dan Team HD Kapuas. Seminar ini dihadiri oleh para distributor dan masyarakat umum di Kabupaten Kapuas. Menurut keterangan dr. H. Ahmad Haspiani, M.MKes, produk HDI Propelix ini sekarang sedang "booming" mengingat setelah 8 tahun melakukan uji klinis, akhirnya terbukti bahwa bahan aktif yang terkandung didalamnya dapat mengobati Demam Berdarah. Selain telah melakukan uji klinis di dalam dan di luar negeri, penelitian terakhir di rumah sakit di Bangka juga membuktikan hal yang sama.

Geber PSN di Selat Hilir dan Selat Dalam

Gambar
Geber PSN di Selat Hilir Mengubah perilaku memang tidak mudah, namun bukan mustahil untuk diwujudkan. Inilah yang ingin dicontohkan melalui GEBER PSN (Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang dilaksanakan tanggal 8 Januari 2013 lalu di Kelurahan Selat Hilir(RT 5 Jalan S Parman) dan Selat Dalam (RT 1, 6, 12, 17 Jl. Cilik riwut) Kecamatan Selat. Geber PSN di Selat Hilir Upaya memberikan contoh pencegahan efektif penyakit Demam Berdarah (DBD) ini dipimpin langsung oleh Lurah Selat Hilir H. Fitriadi dan aparat kelurahan, pimpinan Puskesmas Selat drg. Luluk Nurhayati dan stafnya, RT setempat, serta Kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) bersama tossa hijaunya. Sedangkan di Selat Dalam dikomandani oleh Lurah Rasyidi S.Sos dan staf, pimpinan Puskesmas Melati dr. Ahmad Haspiani dan staf, petugas dari Koramil, dan para ketua RT setempat. Sedangkan dari Dinas Kesehatan diwakili oleh Kabid Bina PMK Rasita Usman, SKM dan staf. Geber PSN di Selat Dalam Mereka membawa

Sosialisasi Demam Berdarah Bagi Kader Jumanti

Pada hari Kamis, 31 Januari 2013 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Demam Berdarah Bagi Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi Bimdal Pengendalian Penyakit. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 35 orang Jumantik dari wilayah Puskesmas Melati (Selat Dalam, Selat Tengah, Selat Hulu) mengingat kasus terbanyak berada di wilayah ini. Dalam sambutannya dr. Hj. Ani Handaningroem, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, menyatakan bahwa dari penelitian sudah diketahui upaya pencegahan demam berdarah yang efektif adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bukan melalui Fogging Massal. Kegiatan sosialisasi diisi dengan materi mengenai penyakit demam berdarah kemudian diikuti dengan kegiatan praktek lapangan dimana para Jumantik langsung memantau jentik-jentik yang ada di rumah-rumah sekitar Dinas Kesehatan.

GEBER PSN

Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (Geber PSN) telah dicanangkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah di Palangka Raya tanggal 20 Nopember yang lalu. Gerakan ini diharapkan berjalan serentak di seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah, luas, serentak dan berkala, untuk mengendalikan kasus DBD.  Diharapkan seluruh komponen pemerintah daerah, camat dan lapisan masyarakat melakukan GEBER PSN ini melalui 3 M Plus yaitu : Menutup, Mengubur, Menguras, Plus memakai obat nyamuk, menaburkan abate, tidak menggantung baju, memelihara ikan pemakan jentik, dan sebagainya.  Hanya dengan GEBER PSN inilah maka penyakit DBD dapat dikendalikan. Salah satu indicator keberhasilan GEBER PSN adalah tingginya angka bebas jentik (>95%). Apabila masih banyak ditemukan jentik nyamuk, maka angka kesakitan DBD belum dapat diturunkan.  Semoga kesadaran dan partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan, karena selama ini masyarakat hanya mengandalkan fogging untuk mengatasi DBD tanpa mau aktif goton

Fogging Massal / Penyemprotan Massal Demam Berdarah

Sehubungan dengan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kapuas, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas merencanakan pelaksanaan fogging massal (penyemprotan massal) di kota Kuala Kapuas. Pemilihan kota Kuala Kapuas mengingat selama ini jumlah kasus tertinggi DBD adalah di kota. Fogging massal ini direncanakan dilaksanakan mulai Minggu 25 Nopember 2012 selama 14 hari ke depan (2 siklus).  Fogging yang bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa DBD ini dilaksanakan oleh tim Dinas Kesehatan Kab. Kapuas, menggunakan 2 cara yaitu : Penyemprotan menggunakan mesin yang disandang di bahu petugas (swing fogg) Penyemprotan menggunakan mesin yang diangkut oleh mobil pick up berjalan (ULV) Untuk keamanan dan keselamatan,   diminta kerja sama masyarakat sebagai berikut : Untuk penyemprotan dengan mesin yang disandang di bahu petugas : Sebelum penyemprotan agar rumah dikosongkan, jangan ada orang di dalam rumah, makanan dan minuman ditutup rapat, binatang pelihar

Supervisi Dinas Kesehatan di Kayu Bulan

Gambar
Suasa penyuluhan demam berdarah di Desa Kayu Bulan Setelah mendapatkan laporan bahwa ada kasus demam berdarah di Desa Kayu Bulan, pada hari Rabu, 9 Agustus 2012 tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas langsung berangkat ke sana. Mereka sudah meninggalkan kota Kuala Kapuas sebelum matahari terbit. Sesampainya di sana, para petugas memberikan penyuluhan kepada warga masyarakat tentang Demam Berdarah. Selain itu juga dilakukan kegiatan pemeriksaan jentik-jentik disekitar rumah penderita demam berdarah. Pengasapan di rumah-rumah di Desa Kayu Bulan Pada radius 100 meter dari rumah penderita demam berdarah dilakukan pengasapan (fogging). Kegiatan fogging dilakukan langsung oleh petugas dari dinas kesehatan mengingat petugas kesehatan yang bertugas di desa ini adalah seorang wanita. Berpose bersama petugas kesehatan setempat Keberadaan penyakit demam berdarah di desa yang tergolong terpencil ini dimungkinkan karena tingginya mobilisasi masyarakat yang keluar dan masuk desa in

Koordinasi Penanganan Demam Berdarah di Kabupaten Kapuas

Gambar
Pihak dinas kesehatan dan rumah sakit sedang berdiskusi Pada hari Selasa, 19 Juni 2012 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan koordinasi penanganan demam berdarah di Kabupaten Kapuas. Pertemuan ini dihadiri oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang terdiri dari Bapak Rasita Usman, SKM (Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan), dr. Tri Setyautami, MPHM (Kepala Seksi Bimbingan dan Pengendalian Penanggulangan Penyakit) dan Hari Satrisno, A.Md.Kep (Pelaksana). Dari pihak rumah sakit yang hadir adalah ketua dan anggota komite medis serta pihak manajemen. Pertemuan ini menyepakati perlunya perbaikan dalam pelayanan dari pihak rumah sakit diantaranya penyediaan alat diagnostik cepat penyakit demam berdarah, penyediaan cairan yang diperlukan oleh pasien demam berdarah, meningkatkan kemampuan unit transfusi darah untuk menyediakan trombosit dan plasma beku segar. Sedangkan untuk dinas kesehatan diharapkan dapat dapat melakukan penyegar

Supervisi Dinas Kesehatan ke Desa Tarantang

Gambar
Wawancara dengan Sekretaris Desa Tarantang Pada hari Sabtu, 9 Juni 2012, rombongan dari Bidang Penanggulangan Masalah Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melakukan kunjungan ke Desa Tarantang, Kecamatan Mantangai untuk mengkonfirmasi kasus demam berdarah yang ada di sana. Dari hasil wawancara dan kunjungan ke desa tersebut didapatkan informasi bahwa kasus demam berdarah ini sumbernya adalah dari Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Rupanya kemajuan transportasi sudah membuat penyakit ini bisa ada dimana-mana dalam waktu yang singkat. Namun hal yang melegakan adalah ketika melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, tidak ditemukan jentik-jentik di penampungan air disana. Penggunaan air sungai oleh masyarakat, membuat mereka senantiasa menutup tempat penampungan air, sehingga nyamuk Aedes aegipty tidak sempat berkembang biak disana. Berbeda dengan masyarakat transmigrasi Lamunti yang sering membuka tempat penyimpanan air dalam rangka menampung air hujan. Me

Penyuluhan Demam Berdarah Dengue di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas

Gambar
Penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD) ini disampaikan oleh dr. Tri Setyautami, MPHM, Kepala Seksi Bimdal Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Penyuluhan berlangsung pada hari Rabu, 29 Februari 2012 di ruangan kelas Pondok Pesantren Al-Amin, Jl. Pemuda Km. 20, Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Dalam penyuluhan ini disampaikan tentang penyebab DBD yaitu virus dengue. Nyamuk yang menularkan penyakit ini adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini biasanya menggigit pada pagi, siang dan sore hari. Ciri-ciri nyamuk ini adalah memiliki corak hitam putih pada kakinya. Nyamuk ini suka hinggap di baju-baju yang digantung serta di tempat-tempat yang gelap. Nyamuk ini berkembang biak pada air tergenang yang dasarnya bukan tanah. Gejala-gejala penyakit demam berdarah adalah: Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas 3-7 hari Nyeri otot Sakit kepala Sakit ulu hati Tanda-tanda perdarahan : bintik-bintik merah dikulit, mimisa

Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Fogging di Kapuas Hilir

Gambar
Fogging fokus di Desa Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir Pada hari Jum'at, 27 Januari 2012 bertempat di Desa Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir, diselenggarakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pembagian abate dan fogging fokus. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk diikuti oleh Camat Kapuas Hilir, Kepala Kepolisian Sektor Kapuas Hilir, Pimpinan Puskesmas dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dilakukan mulai dari Kelurahan Barimba, Kelurahan Hampatung dan berakhir di Kelurahan Sei Pasah. Sambil membersihkan tempat-tempat yang mungkin digenangi oleh air, peserta PSN ini juga mendistribusikan abate yang berguna untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang ada pada genangan air. Selain pemberantasan sarang nyamuk, juga dilakukan kegiatan fogging fokus yaitu pengasapan pada radius 100 meter dari rumah warga masyarakat yang menderita demam berdarah. Fogging ini dilakukan untuk membatasi penyebaran nyamuk Aedes aegypti (nyamuk penyebar virus demam berdarah). Fogging ini dilakukan d

Fogging bukan segalanya

Gambar
Petugas puskesmas sedang melakukan fogging Masyarakat sering menganggap fogging sebagai solusi yang jitu terhadap masalah demam berdarah yang ada di lingkungannya. Kondisi ini tampak pada masyarakat yang walaupun sudah diberikan penyuluhan tentang pentingnya melaksanakan 4M Plus , tetapi pada akhirnya mereka tetap meminta agar wilayah mereka di fogging. Fogging cuma membunuh nyamuk dewasa. Bila di rumah warga masyarakat terdapat jentik nyamuk, maka hal tersebut tidak dapat dibunuh dengan fogging, tapi dengan abatisasi atau memelihara ikan atau melakukan pengurasan terhadap penampungan air tersebut. Itulah sebabnya kegiatan fogging ini sebaiknya hanya dijadikan sebagai salah satu pelengkap bagi kegiatan 4M Plus . Bila kegiatan ini tidak digabung dengan kegiatan lain, misalnya pemberantasan sarang nyamuk dan abatisasi, maka kemampuan kita untuk membatasi penyebaran penyakit akan sangat terbatas. Gerakan masyarakat yang serentak dalam mengendalikan penyebaran penyakit demam berda

Tes Diagnostik Cepat Demam Berdarah

Dalam rangka memudahkan pendeteksian penderita demam berdarah, kementerian kesehatan mendistribusikan Rapid Diagnostic Test (RDT) kepada rumah sakit dan puskesmas dilingkungan Kabupaten Kapuas. Jadi pada saat ini RDT tersebut dapat diakses pada: Puskesmas Melati Puskesmas Basarang Puskesmas Barimba Puskesmas Lupak Dalam RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Jadi bagi warga masyarakat yang memiliki gejala-gejala sebagai berikut: Panas tinggi lamanya 2-7 hari Nyeri perut (ulu hati) bintik-binti kerah di kulit, atau mimisan, atau gusi berdarah, dan yang lebih parah lagi dapat disertai: muntah darah dan buang air besar disertai darah Tanda-tanda syok: lemah kulit dingin dan basah tidak sadar segeralah memeriksakan diri ke petugas kesehatan baik di puskesmas maupun di rumah sak

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan