Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Supervisi KLB Demam Berdarah Dari Kementerian Kesehatan

Rombongan supervisi KLB demam berdarah
Pada hari Selasa, 17 Februari 2015 bertempat di ruang direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo berlangsung kegiatan supervisi kejadian luar biasa demam berdarah oleh kementerian kesehatan RI. Dalam pertemuan ini dua orang supervisor dari pusat didampingi oleh Ibu Rita dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah serta Anih dan Pandit dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Narasumber pusat meminta penjelasan dari pihak rumah sakit mengenai diagnosis, tatalaksana serta pelaporan kasus demam berdarah ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Setelah bincang-bincang tersebut pihak kementerian kesehatan melihat status pasien yang meninggal, kemudian meminta untuk bisa membawa sampel serum dari penderita yang positif demam berdarah untuk diperiksa sub tipe virusnya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)