Usaha Mencari Peta Virtual Background: Saat GIS Kalteng “Diuji” dengan Google Maps

Gambar
Perbandingan tampilan Sei Pinang di dua platform: citra satelit pada Google Maps (kiri) dan Peta GIS Kalteng (kanan) relatif sama-sama belum detail. Perbedaannya, Google Maps menampilkan lebih banyak titik lokasi/nama tempat (POI) yang ditambahkan komunitas seperti Local Guides, sehingga orientasi lokasi terasa lebih mudah. Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 , saya mencoba mencari peta Kalimantan Tengah yang menarik untuk dijadikan virtual background saat rapat daring menggunakan Jitsi Meet . Saya lalu meminta bantuan Copilot (AI milik Microsoft). Copilot kemudian merekomendasikan sebuah situs pemetaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: Peta GIS Kalteng ( https://peta.simtaru.kalteng.go.id/ ). Awalnya saya cukup terkesan. Ketika saya mengarahkan peta ke wilayah Kuala Kapuas , tampilannya terlihat rapi dan informatif. Dari situ muncul rasa penasaran: kalau di ibu kota kabupaten terlihat lumayan detail, apakah wilayah yang lebih jauh seperti Sei Pinang (ibu kota Kecamatan Se...

Geber PSN di Selat Hilir dan Selat Dalam

Geber PSN di Selat Hilir

Mengubah perilaku memang tidak mudah, namun bukan mustahil untuk diwujudkan. Inilah yang ingin dicontohkan melalui GEBER PSN (Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang dilaksanakan tanggal 8 Januari 2013 lalu di Kelurahan Selat Hilir(RT 5 Jalan S Parman) dan Selat Dalam (RT 1, 6, 12, 17 Jl. Cilik riwut) Kecamatan Selat.
Geber PSN di Selat Hilir
Upaya memberikan contoh pencegahan efektif penyakit Demam Berdarah (DBD) ini dipimpin langsung oleh Lurah Selat Hilir H. Fitriadi dan aparat kelurahan, pimpinan Puskesmas Selat drg. Luluk Nurhayati dan stafnya, RT setempat, serta Kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) bersama tossa hijaunya. Sedangkan di Selat Dalam dikomandani oleh Lurah Rasyidi S.Sos dan staf, pimpinan Puskesmas Melati dr. Ahmad Haspiani dan staf, petugas dari Koramil, dan para ketua RT setempat. Sedangkan dari Dinas Kesehatan diwakili oleh Kabid Bina PMK Rasita Usman, SKM dan staf.
Geber PSN di Selat Dalam
Mereka membawa plastic kresek, sapu lidi, dan serokan. Sambil mengumpulkan wadah-wadah berpotensi untuk berkembang biak nyamuk DBD (botol bekas, kaleng bekas, gelas bekas, dll), mereka juga melakukan penyuluhan, membagikan Abate dan leaflet DBD.

Telah diteliti bahwa hanya GEBER PSN yang dilakukan luas dan rutin seminggu sekali-lah yang berhasil menurunkan angka kesakitan DBD. GEBER PSN yang dicontohkan ini perlu ditindaklanjuti secara mandiri oleh masyarakat secara luas, rutin tiap minggu, tanpa bosan. Kegiatan ini harus luas karena jika hanya beberapa rumah saja maka akan percuma. Kegiatan ini harus rutin seminggu sekali karena nyamuk berkembang biak setiap hari. Karena itu masyarakat diharapkan secara mandiri rutin melakukan 4M Plus di lingkungan rumah masing-masing. 4 M Plus yaitu Menutup, Menguras, Mengubur, Memantau wadah jentik, Plus tidak menggantung baju, memelihara ikan pemakan jentik, menaburkan Abate, dan memakai obat nyamuk.

Tanpa kesadaran GEBER PSN dari masyarakat sendiri, akan sulit menurunkan angka kesakitan DBD. Jangan sampai anggota keluarga kita sakit, atau sampai meninggal karena DBD, akibat kita lalai lakukan PSN. Boleh jadi orang lain sakit DBD, karena sumbernya dari rumah kita. Boleh jadi siswa sekolah sakit DBD, karena sumbernya dari sekolah itu sendiri. Boleh jadi seorang karyawan sakit DBD, karena sumbernya ada di tempat kerjanya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas