Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan
Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman . Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ). Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...
SALAM KEMANUSIAAN..!!!!!!
BalasHapusSukses Kegiatan CBHFA di Kalimantan Tengah Khususnya Di Kabupaten Kapuas,Dengan Harapan 3
Desa Yaitu Teluk Palingit, Pulau Kupang dan Terusan Raya dapat menjadi DEsa Percontohan di Kabupaten Kapuas.Serta untuk relawan PMI dari Kabupaten Kapuas yang akan mengikuti TOT KPPBM benar-benar relawan yang terpilih
Untuk kedepannya Kami Dari Team Emergency 508 Orari Lokal Kapuas siap bermitra dalam menjalankan Tugas Kemanusiaan khususnya di Kabupaten Kapuas