Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Kerjakan Berbagai Ibadah Secara Berjama'ah

Ustadz Zulfiqar Aly Akbar, SE, MM
Buka Puasa Bersama RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Juli 2012. Kegiatan buka puasa bersama ini diisi dengan cerama oleh Ustadz Zulfiqar Aly Akbar, SE, MM, Ketua Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) Cabang Kapuas. Beliau mengajak para jama'ah langgar Asy-Syifa untuk meningkatkan ibadah selama bulan puasa. Bila puasa dilaksanakan secara berjama'ah maka berbagai ibadah pun sebaiknya juga dikerjakan secara berjama'ah seperti shalat wajib secara berjama'ah, shalat tarawih secara berjama'ah. 

Salah satu indikator puasa Ramadhan ini adalah shalat Subuh berjama'ah. Bila shalat Subuh berjama'ah masih sedikit, maka penerapan puasa masih belum maksimal. Beliau juga menekankan masalah niat. Jangan sampai niat puasa untuk mendapatkan sesuatu yang bersifat duniawi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini