Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Seks Bebas di MTsN Selat

Suasana penyuluhan di MTsN Selat
Pada hari Jum'at, 13 Juli 2012 bertempat di lapangan Madrasah Tsanawiyah Negeri Selat, Kuala Kapuas diselenggarakan kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Seks Bebas. Penyuluhan ini disampaikan oleh anggota Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kapuas yaitu dr. Jum'atil Fajar. Kegiatan ini dihadiri oleh para siswa baru kelas 7 yang berjumlah kurang lebih 240 orang.

Dalam penyuluhan ini disampaikan tentang pentingnya menghindari konsumsi narkoba pada kontak pertama, artinya jangan pernah mencoba narkoba. Rasa ingin tahu hendaknya tidak membuat kita mencoba-coba narkoba. Kita cukup mengetahui bahayanya dengan mengetahuinya dari sumber-sumber terpercaya. Penggunaan alkohol dan narkoba yang lainnya dapat membuat penilaian terhadap nilai-nilai agama menjadi luntur sehingga pada akhirnya mereka yang melakukan pesta narkoba bisa melakukan hubungan seks diluar nikah. Hal ini menjadi titik awal dari penyebaran penyakit menular diantaranya HIV/AIDS.

Kegiatan ini rutin diselenggarakan oleh MTsN baik melalui upacara pada hari Senin maupun pada saat penerimaan siswa baru. Kegiatan ini didukung penuh oleh para dewan guru yang menjadi panitia penerimaan siswa baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas