The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Tempat Perindukan Vektor Demam Berdarah

Ban-ban bekas di Desa Tambun Raya yang tergenang air dibagian dalamnya
Pada saat melakukan tindak lanjut investigasi kasus demam berdarah di Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas pada pertengahan bulan Juni 2012 yang lalu, pihak Dinas Kesehatan menemukan disekitar rumah warga yang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak terdapat ban-ban bekas yang di dalamnya tergenang air. Setelah diperiksa rupanya pada genangan air tersebut terdapat jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti, vektor Virus Dengue (penyebab DBD).

Warga masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dengan tempat dimana nyamuk dapat berkembang biak, sehingga masalah demam berdarah ini tidak lagi menyebabkan kematian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas