The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Pertemuan Monev TB Triwulan III Tahun 2012

Foto bersama sesudah acara pembukaan
Pertemuan Monitoring, Evaluasi dan Validasi (Monev) Data Tuberkulosis Tingkat Kabupaten Kapuas Triwulan III Tahun 2012 berlangsung pada hari Senin, 17 September 2012 di aula Hotel Raudah. Pertemuan ini diikuti oleh para penanggung jawab program TB se-Kabupaten Kapuas.

Beberapa rekomendasi pertemuan ini adalah:
  1. Kerjasama lintas sektor dan lintas program ditingkatkan.
  2. Sosialisasi internal ke tingkat puskesmas pembantu dan polindes akan ditingkatkan.
  3. Meningkatkan promosi tentang penyakit Tuberkulosis (TB) kepada masyarakat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas