Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Forum Komunikasi Muslimah

Forum Komunikasi Muslimah merupakan salah satu divisi dari Yayasan Islam Al-Amin Kapuas yang dibentuk untuk memberikan wadah bagi para ibu-ibu untuk menjalin silaturahim sekaligus meningkatkan pemahaman keislaman melalui berbagai kegiatan. Kegiatan rutin yang dilaksanakan selama ini adalah melaksanakan kegiatan ta'lim bulanan yang diisi oleh para ustadz yang berasal dari sekitar Kuala Kapuas. Kegiatan ini dilaksanakn dari rumah ke rumah diawali dengan kegiatan tasmi' Qur'an kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama.

Dalam kegiatan ta'lim bulanan yang diselenggarakan pada hari Minggu, 7 Oktober 2012 di rumah Ibu Kusmiyati, Jl. Pemuda Km. 4,5, Handil Usang dibahas tentang tafsir dari Surat Ar-Rum ayat 21 (Q.S. 30: 21) yang berbicara tentang tujuan pernikahan. Ayat ini menunjukkan bahwa diciptakannya laki-laki dan perempuan adalah sebagai pasangan bagi satu sama lain. Sebagaimana Allah telah menciptakan siang sebagai pasangan malam, matahari sebagai pasangan bulan, sunnah sebagai pasangan Qur'an dan lain-lain.

Kata-kata sakinah berarti sukun (berhenti). Jadi keberadaan sebuah keluarga adalah sebagai tempat berhenti (beristirahat) dari berbagai kesibukan di luar rumah atau aktivitas lainnya. Gerakan sering digambarkan sebagai suatu gangguan, sedangkan berhenti sering digambarkan sebagai beristirahat atau damai. Hal ini didukung oleh kebiasaan baik ketika memasuki rumah dengan mengucapkan salam yang artinya kita dido'akan untuk mendapatkan kedamaian ketika berada di rumah.

Allah juga menjadikan untuk kita mawaddah (bentuk cinta yang ekstrim) yang berfungsi sebagai modal awal dalam kehidupan berkeluarga yang akan dilanjutkan dengan rahmah yang akan menjaga kelanggengan kehidupan rumah tangga. Tentu selain itu kehidupan rumah tangga juga memerlukan rasa saling percaya (trust) dan saling memahami kesibukan masing-masing, sehingga kita dapat membangun suasana yang harmonis dalam kehidupan rumah tangga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"