DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Haisah (Mama Ciko) - Pengusaha Wanita dari Pulau Kaladan

Ibu Haisah (Mama Ciko) dilahirkan di Desa Pulau Kaladan, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Ketika beliau kelas 3 SD, ayahnya meninggal sehingga beliau tidak sempat menempuh pendidikan tinggi. Sejak remaja beliau sudah biasa menganyam rotan untuk dijual kepada pengumpul. Jadi sejak kecil beliau sudah terbiasa untuk mandiri.

Ketika pertama kali menikah, beliau merupakan istri kedua. Beliau banyak berperan dalam membantu kehidupan suami dan kehidupan istri pertama. Namun berpisah (cerai) setelah cukup lama menikah.

Beliau memulai kegiatan bisnis di Kota Palangka Raya dengan modal Rp 150.000. Dengan modal ini beliau belikan buah. Dengan perputaran keuntungan dari penjualan buah tersebut beliau bisa menyambung hidup bersama dengan ketiga orang anaknya. Beliau menyampaikan bahwa di Palangka Raya ini beliau banyak menyarankan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk membantu suami mencari penghasilan dengan jalan berdagang.

Ketika menikah dengan suami terakhir, mereka mendirikan Warung Makan Haji Arianto. Warung makan ini terletak di seberang Asrama Haji, Jl. G. Obos, Palangka Raya. Menurut keterangan Ibu Haisah, berjualan di warung ini sangat melelahkan. Itulah sebabnya beliau kembali memulai usaha menjual buah. Beliau memulai dengan menjual semangka di depan warungnya untuk melihat pangsa pasarnya. Bila animo masyarakat meningkat maka beliau akan memperbanyak jenis buah yang dijual, tidak cuma semangka saja.

Dengan hasil kerja kerasnya, beliau bersama dengan tiga orang anaknya berhasil menghidupi keluarga dan bisa memiliki sarana transportasi yang dapat digunakan untuk menambah penghasilan. Kedepan beliau merencanakan untuk naik haji dari hasil usahanya. Untuk masa depan beliau sudah punya simpanan yang bisa digunakan untuk hari tua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)