Know Your Lemons: Edukasi Sederhana untuk Mengenali Tanda Kanker Payudara Sejak Dini

Gambar
  Sebelum pelaksanaan Seminar Transformasi Profesional Tenaga Kesehatan di Era Digital, Sabtu, 27 Juni 2026, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc, menyempatkan diri memberikan penyuluhan deteksi dini kanker payudara kepada para peserta seminar. Penyuluhan ini menggunakan metode Know Your Lemons , sebuah pendekatan edukasi kesehatan yang menyampaikan tanda-tanda kanker payudara dengan cara sederhana, visual, dan mudah dipahami. Melalui gambar lemon, peserta diajak mengenali berbagai perubahan pada payudara yang perlu diwaspadai. Dalam sesi singkat tersebut, peserta mendapatkan pengenalan tentang gerakan Know Your Lemons dan pendirinya. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan payudara sendiri atau Sadari . Saat melakukan Sadari, perempuan dianjurkan berdiri di depan cermin dan memperhatikan apakah ada perubahan yang tidak biasa pada payudara. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain perubahan pada ...

Haisah (Mama Ciko) - Pengusaha Wanita dari Pulau Kaladan

Ibu Haisah (Mama Ciko) dilahirkan di Desa Pulau Kaladan, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Ketika beliau kelas 3 SD, ayahnya meninggal sehingga beliau tidak sempat menempuh pendidikan tinggi. Sejak remaja beliau sudah biasa menganyam rotan untuk dijual kepada pengumpul. Jadi sejak kecil beliau sudah terbiasa untuk mandiri.

Ketika pertama kali menikah, beliau merupakan istri kedua. Beliau banyak berperan dalam membantu kehidupan suami dan kehidupan istri pertama. Namun berpisah (cerai) setelah cukup lama menikah.

Beliau memulai kegiatan bisnis di Kota Palangka Raya dengan modal Rp 150.000. Dengan modal ini beliau belikan buah. Dengan perputaran keuntungan dari penjualan buah tersebut beliau bisa menyambung hidup bersama dengan ketiga orang anaknya. Beliau menyampaikan bahwa di Palangka Raya ini beliau banyak menyarankan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk membantu suami mencari penghasilan dengan jalan berdagang.

Ketika menikah dengan suami terakhir, mereka mendirikan Warung Makan Haji Arianto. Warung makan ini terletak di seberang Asrama Haji, Jl. G. Obos, Palangka Raya. Menurut keterangan Ibu Haisah, berjualan di warung ini sangat melelahkan. Itulah sebabnya beliau kembali memulai usaha menjual buah. Beliau memulai dengan menjual semangka di depan warungnya untuk melihat pangsa pasarnya. Bila animo masyarakat meningkat maka beliau akan memperbanyak jenis buah yang dijual, tidak cuma semangka saja.

Dengan hasil kerja kerasnya, beliau bersama dengan tiga orang anaknya berhasil menghidupi keluarga dan bisa memiliki sarana transportasi yang dapat digunakan untuk menambah penghasilan. Kedepan beliau merencanakan untuk naik haji dari hasil usahanya. Untuk masa depan beliau sudah punya simpanan yang bisa digunakan untuk hari tua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)