Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Haisah (Mama Ciko) - Pengusaha Wanita dari Pulau Kaladan

Ibu Haisah (Mama Ciko) dilahirkan di Desa Pulau Kaladan, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Ketika beliau kelas 3 SD, ayahnya meninggal sehingga beliau tidak sempat menempuh pendidikan tinggi. Sejak remaja beliau sudah biasa menganyam rotan untuk dijual kepada pengumpul. Jadi sejak kecil beliau sudah terbiasa untuk mandiri.

Ketika pertama kali menikah, beliau merupakan istri kedua. Beliau banyak berperan dalam membantu kehidupan suami dan kehidupan istri pertama. Namun berpisah (cerai) setelah cukup lama menikah.

Beliau memulai kegiatan bisnis di Kota Palangka Raya dengan modal Rp 150.000. Dengan modal ini beliau belikan buah. Dengan perputaran keuntungan dari penjualan buah tersebut beliau bisa menyambung hidup bersama dengan ketiga orang anaknya. Beliau menyampaikan bahwa di Palangka Raya ini beliau banyak menyarankan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk membantu suami mencari penghasilan dengan jalan berdagang.

Ketika menikah dengan suami terakhir, mereka mendirikan Warung Makan Haji Arianto. Warung makan ini terletak di seberang Asrama Haji, Jl. G. Obos, Palangka Raya. Menurut keterangan Ibu Haisah, berjualan di warung ini sangat melelahkan. Itulah sebabnya beliau kembali memulai usaha menjual buah. Beliau memulai dengan menjual semangka di depan warungnya untuk melihat pangsa pasarnya. Bila animo masyarakat meningkat maka beliau akan memperbanyak jenis buah yang dijual, tidak cuma semangka saja.

Dengan hasil kerja kerasnya, beliau bersama dengan tiga orang anaknya berhasil menghidupi keluarga dan bisa memiliki sarana transportasi yang dapat digunakan untuk menambah penghasilan. Kedepan beliau merencanakan untuk naik haji dari hasil usahanya. Untuk masa depan beliau sudah punya simpanan yang bisa digunakan untuk hari tua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"