Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Pawai Takbiran Idul Adha 1433 H / 2012 M

Pada hari Kamis, 25 Oktober 2012 setelah shalat Isya, Informasi Kapuas menyempatkan diri untuk datang ke depan rumah jabatan Bupati untuk melihat persiapan Pawai Takbiran Idul Adha 1433 H / 2012 M.
Ketika Informasi Kapuas sampai ke sana, baru beberapa mobil dan arak-arakan saja yang ada di depan rumah jabatan.
Peserta pawai ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari dinas-dinas dilingkungan pemerintah kabupaten sampai masyarakat umum.
Kendaraan yang digunakan untuk pawai pun bermacam-macam, umumnya peserta pawai menggunakan mobil yang memiliki bak terbuka.
Ada juga peserta yang menggunakan becak, ada juga yang menggunakan gerobak dorong, ada juga yang menggunakan motor Tossa yang memiliki kapasitas yang besar.
 Bentuk yang ditampilkan pun bermacam-macam, ada miniatur masjid, ada miniatur langgar (seperti Langgar Al-Inayah, di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. IXA).
Mengenai rute pawai, Informasi Kapuas belum sempat mendapatkan informasinya. Formasi peserta pawaipun disiapkan oleh Polisi Lalu Lintas.
Peserta yang menggunakan kendaraan roda empat (mobil) dijejerkan di Jalan Sudirman dengan mengarah ke rumah jabatan. Sedangkan peserta yang lain disusun di depan rumah jabatan sampai ke Polres.
Peserta pawai datang satu demi satu, ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan roda dua, ada juga yang menggunakan kendaraan roda empat.
Disepanjang jalan yang akan dilewati oleh pawai sudah dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menyaksikan pawai. Bagian depan pawai akan ditempati oleh Drum Band Bahana Gita Praja yang sempat berlatih di halaman Gedung Wanita Lawang Kameloh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"