The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Penggiliran Air Tidak Berumur Panjang

Suasana antrian pembayaran di PDAM Kabupaten Kapuas
Pada tanggal 10 Oktober 2012, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas, Ir. H. Sri Harjito, M.Si mengeluarkan pengumuman tentang penggiliran air dimana ada jalan-jalan yang mendapatkan giliran air setiap dua hari sekali.
Pengumuman Penggiliran Air
Dalam pantauan Informasi Kapuas dari Kompleks Rumah Sakit Lama Kuala Kapuas, memang sempat terjadi kelambatan keluarnya air PDAM sampai larut malam. Syukurnya hal itu hanya berlangsung kurang dari satu minggu. Dengan makin seringnya hujan lebat, maka aliran air PDAM makin lancar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas