Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Demonstrasi di Kantor Bupati Kapuas

Para demonstran diterima oleh para pejabat Pemkab Kapuas
Pada hari Senin, 19 November 2012 sekitar pukul 11.15 WIB para demonstran yang mengatasnamakan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Kapuas melakukan demonstrasi di depan kantor Bupati Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas. Dalam demonstrasi ini mereka ingin mengusir Muhammad Mawardi dan istri karena Kabupaten Kapuas karena telah menodai kerukunan umat beragama dan SARA di Kabupaten Kapuas.

Demonstrasi damai ini berlangsung sekitar setengah jam. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat berbaris dihadapan para pejabat Pemkab Kapuas menyampaikan aspirasi mereka. Setelah itu mereka melanjutkan demonstrasi di depan rumah jabatan Bupati Kapuas dan makan siang di sana.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas