Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Demonstrasi di Kantor Bupati Kapuas

Para demonstran diterima oleh para pejabat Pemkab Kapuas
Pada hari Senin, 19 November 2012 sekitar pukul 11.15 WIB para demonstran yang mengatasnamakan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Kapuas melakukan demonstrasi di depan kantor Bupati Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas. Dalam demonstrasi ini mereka ingin mengusir Muhammad Mawardi dan istri karena Kabupaten Kapuas karena telah menodai kerukunan umat beragama dan SARA di Kabupaten Kapuas.

Demonstrasi damai ini berlangsung sekitar setengah jam. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat berbaris dihadapan para pejabat Pemkab Kapuas menyampaikan aspirasi mereka. Setelah itu mereka melanjutkan demonstrasi di depan rumah jabatan Bupati Kapuas dan makan siang di sana.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"