The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Demonstrasi di Kantor Bupati Kapuas

Para demonstran diterima oleh para pejabat Pemkab Kapuas
Pada hari Senin, 19 November 2012 sekitar pukul 11.15 WIB para demonstran yang mengatasnamakan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Kapuas melakukan demonstrasi di depan kantor Bupati Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas. Dalam demonstrasi ini mereka ingin mengusir Muhammad Mawardi dan istri karena Kabupaten Kapuas karena telah menodai kerukunan umat beragama dan SARA di Kabupaten Kapuas.

Demonstrasi damai ini berlangsung sekitar setengah jam. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat berbaris dihadapan para pejabat Pemkab Kapuas menyampaikan aspirasi mereka. Setelah itu mereka melanjutkan demonstrasi di depan rumah jabatan Bupati Kapuas dan makan siang di sana.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas