Diet rendah karbohidrat dan rendah lemak bisa baik untuk jantung—asal pilih bahan makanannya
Belakangan ini, diet rendah karbohidrat (low-carb) dan rendah lemak (low-fat) sering dijadikan “jalan cepat” untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah dua pola diet ini benar-benar menyehatkan jantung? Sebuah studi baru dari peneliti Harvard T.H. Chan School of Public Health memberi jawaban yang cukup jelas: bukan semata-mata berapa banyak karbohidrat atau lemak yang kita kurangi, tetapi kualitas makanan yang kita pilih. Intinya: kualitas lebih penting daripada sekadar “mengurangi” Studi ini menemukan bahwa diet low-carb dan low-fat dapat menurunkan risiko penyakit jantung bila pola makannya: kaya makanan nabati berkualitas tinggi (buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian utuh/whole grains, dan polong-polongan), rendah produk hewani , serta rendah karbohidrat olahan (misalnya roti tawar putih, kue manis, minuman berpemanis, dan makanan tepung yang sangat diproses). Sebaliknya, low-carb atau lo...