Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kapuas Gelar Demo

Peserta demo HMI Cabang Kapuas (Courtesy of Tommy Saputra)
Kuala KapuasHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuala Kapuas menggelar Aksi Demo (penyampaian aspirasi), dimana kegiatan dipusatkan di Jalan Tambun Bungai di kawasan Taman Kota pada hari Sabtu (14/9) Sore. Aksi Demo tersebut sempat menyita perhatian para pengguna jalan yang melewati kawasan tersebut.
Peserta demo HMI Cabang Kapuas (Courtesy of Tommy Saputra)
Puluhan orang yang tergabung dalam HMI tersebut menuntut kinerja anggota legislatif, sebagai konsekuensi rekrutmen partai yang kurang selektif dalam pembangunan daerah Kabupaten Kapuas. Koordinator lapangan Ary melalui juru bicara Hanif Sajali mengatakan bahwa, aksi mereka untuk mengeritik kinerja DPRD selama ini, karena kami anggap belum mampu menampung seluruh aspirasi masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan seluruh kebijakan yang ada tidak memiliki multi dampak kepada arah pembangunan yang lebih baik. Selain itu kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas untuk menggunakan hak suaranya pada tanggal 9 April 2014 mendatang.
Peserta demo di depan Taman Kota (Courtesy of Tommy Saputra)
Agar tidak memilih calon legislatif (caleg) yang tidak berkompeten, tidak memiliki integritas dan kapabilitas. Karena sejauh ini kami melihat, proses rekrutmen caleg partai politik (parpol) yang ada tidak melalui mekanisme atau proses yang baik (selection election), sehingga hal ini berakibat pada kinerja dewan.
Selain itu partai politik selama ini hanya lebih mengutamakan kepada calon-calon legislatif yang memiliki kemampuan finansial ketimbang melihat kualitas bakal calon legislatif,” kata Hanif.

Dalam aksi tersebut mereka  membuat 6 tuntutan kepada para wakil rakyat dan partai-partai politik yang mana tuntutan itu sebagai berikut:
  1. Rekrutmen kader parpol dan caleg harus selektif dan berkompeten
  2. Tingkatkan kualitas kinerja anggota DPRD Kabupaten Kapuas.
  3. Anggota legislatif harus cepat dan tanggap dalam merespon kepentingan rakyat
  4. Kurangi atau hapuskan pemborosan uang rakyat yang tidak penting
  5. Jangan menyususn anggaran yang disisipi kepentingan pribadi/golongan
  6. Pecat anggota legislatif yang tidak amanah dalam menjalankan aspirasi (suara) rakyat.
Keenam tuntutan itulah yang dilayangkan oleh salah satu oganisasi mahasiswa Islam ini dan Hanif berharap agar tuntutan ini bisa secepatnya mendapatkan tanggapan khususnya dari Pemerintah Daerah,”pungkasnya. (Tommy Saputra)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)