The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Hari Sumpah Pemuda Bersama KAMMI



Dalam memperingati hari sumpah pemuda dan hari Pahlawan, Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Kalimantan Tengah, atau lebih akrabnya di sebut PD KAMMI Kalteng, pada hari Sabtu, 3 November 2012 mengadakan  Pentas Panggung Pemuda dengan tema “Pemuda Menyemai Harapan Bangsa". Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palangka Raya. Acara ini dimeriahkan dengan penampilan “Teatrikal Drama Kepemudaan" (Napak Nilas), Puisi Musikal dan Grup Nasyid Al-Ishlah yang merupakan hasil karya dari pemuda KAMMI Kalteng.

Acara ini juga diisi dengan kegiatan yang sarat ilmu dan motivasi, seperti dalam acara Orasi Pemuda yang disampaikan oleh bapak Amanto Surya Langka, Lc (Calon Wakil Bupati Palangka Raya) dan Ketua Umum Pengurus KAMMI Daerah Kalteng, Abdul Aziz.

Talk Show tentang kepemudaan menghadirkan pembicara hebat, Bapak Rahmat Nasution Hamka, SH, M.Si. (Ketua KNPI Kalteng) dan Bapak Mohan, SE.(Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI). Mereka menegaskan bahwa seorang pemuda itu harus memiliki jiwa optimis, moralis, memegang prinsip, rasa empati terhadap masyarakat dan dinamis. Kemajuan Indonesia tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi dari kita para pemuda, dari hal yang kecil, mulai  dari diri kita pribadi.

Acara ini di hadiri sekitar 300 peserta, dan beberapa undangan organisasi kemahasiswaaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, jajaran mahasiswa dan utusan beberapa Pengurus Komisariat KAMMI, termasuk Pengurus Komisariat Kuala Kapuas.

Di akhir acara ini juga diumumkan beberapa kader KAMMI terbaik  dari beberapa komisariat yang menyebar di Kalimantan tengah, di ajang KAMMI AWARD. Tiga orang kader terbaik dari Pengurus  Komisariat  KAMMI Kuala Kapuas adalah Ratih Purwasih, I’in Setiawati dan Pipit Faridahatul Zulfa. Mereka ini diseleksi melalui kuis Ranking 1 yang diadakan oleh Departemen Kaderisasi dari masing-masing komisariat.

Acara ini di sponsori oleh Rumah Peduli Nurul Fikri (RPNF). Semoga dengan momentum ini membuat para pemuda kembali bangkit untuk membangun kemajuan bangsa Indonesia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas