Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penggalangan Dana Untuk Palestina

Dalam rangka turut berpartisipasi untuk meringankan penderitaan warga Gaza, Palestina, Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Amin Kapuas menyelenggarakan penggalangan dana. Para orang tua murid dihimbau untuk memberikan sumbangan bagi warga Gaza tersebut.

Menurut penjelasan dari Kepala TKIT Al-Amin, Siti Suparti, sampai saat ini sudah terkumpul dana sebanyak Rp 1.600.000. Pengumpulan dana ini insya Allah akan berlangsung sampai hari Selasa, 27 November 2012. Pada keesokan harinya, dana tersebut akan ditransfer kepada pihak yang berwenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"