Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gaza

DPD PPNI Kabupaten Kapuas Go LMS Plataran Sehat

Gambar
  Sejak diberlakukannya UU Kesehatan No 17 Tahun 2023, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas, tidak dapat melaksanakan Seminar Keperawatan ber SKP, dikarenakan semua kewenangan organisasi diambil alih Kementerian Kesehatan. Tapi DPD PPNI Kabupaten Kapuas tidak patah semangat mengingat anggota PPNI Kabupaten Kapuas berjumlah 1035 yang tersebar di 17 Kecamatan,  Pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2024, DPD PPNI Kabupaten Kapuas bisa kembali melaksanakan Seminar Keperawatan ke 7 ber SKP Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan komitmen DPD PPNI Kabupaten Kapuas dalam memberikan pelayanan kepada anggota PPNI. Adapun seminar hari ini diikuti peserta 200 sesuai kuota yang diberikan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Adapun materi seminar diantaranya : 1. Tips dan Trik  Mencapai SPM TB Dengan Mudah  di Puskesmas oleh Afriani Sintha, S.Kep,. Ners 2. Tatalaksana Pasien Hipertensi di Puskesmas oleh Muhammad Hipni, S.Kep., Ners 3. Peran Serta Per

Menghadapi Krisis Kesehatan di Gaza: Tantangan dan Harapan

Gambar
Pendahuluan Dari tanggal 7 Oktober 2023 hingga 3 Januari 2024, Gaza mendapati dirinya tenggelam dalam pusaran konflik militer yang intens dan situasi kemanusiaan yang memburuk. Kondisi ini, yang ditandai oleh eskalasi kekerasan, pengungsian massal, dan ketidakstabilan politik, tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang signifikan tapi juga membawa dampak mendalam pada kesehatan masyarakat. Eskalasi konflik militer sejak Oktober 2023 telah melibatkan pertukaran serangan roket dan serangan udara antara Hamas dan Israel, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan bahwa perang ini dapat berlangsung untuk waktu yang lebih lama. Kematian lebih dari 21.800 orang, sebagian besar merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, telah menjadi kenyataan menyedihkan dari konflik ini. Situasi pengungsian, dengan ribuan mengungsi tanpa tempat tinggal atau harta benda, menambah beratnya krisis kemanusiaan. Sementara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menunjukkan kepri

Standar Ganda Barat: Mengapa Palestina dan Ukraina Diperlakukan Berbeda?

Gambar
  Dibuat oleh Image Bing Creator Pendahuluan Salah satu isu yang seringkali menjadi sorotan di dunia internasional adalah bagaimana negara-negara Barat merespons konflik di berbagai belahan dunia. Salah satu contoh yang menarik adalah perbandingan antara bagaimana Barat merespons konflik di Palestina dan Ukraina. Mengapa dua konflik ini mendapatkan perhatian yang sangat berbeda dari negara-negara Barat? Mari kita cermati lebih dalam. Pemimpin Dunia dan Pernyataan Mereka Ketika konflik terjadi di Ukraina, banyak pemimpin dunia Barat yang dengan cepat mengecam tindakan agresif Rusia dan mendukung hak Ukraina untuk membela diri. Namun, ketika serangan terjadi di Palestina, pernyataan dari pemimpin dunia ini cenderung lebih berhati-hati atau bahkan mendukung Israel, negara yang menduduki Palestina. Ini menunjukkan adanya standar ganda dalam kebijakan luar negeri. Opini Publik dan Media Sosial Media sosial telah menjadi salah satu platform di mana ketidakadilan ini terpampang jelas. Wargane

Penggalangan Dana Untuk Palestina

Dalam rangka turut berpartisipasi untuk meringankan penderitaan warga Gaza, Palestina, Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Amin Kapuas menyelenggarakan penggalangan dana. Para orang tua murid dihimbau untuk memberikan sumbangan bagi warga Gaza tersebut. Menurut penjelasan dari Kepala TKIT Al-Amin, Siti Suparti, sampai saat ini sudah terkumpul dana sebanyak Rp 1.600.000. Pengumpulan dana ini insya Allah akan berlangsung sampai hari Selasa, 27 November 2012. Pada keesokan harinya, dana tersebut akan ditransfer kepada pihak yang berwenang.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan