The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2012

Paduan Suara SMPN 1 Selat Kuala Kapuas
Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2012 di Kabupaten Kapuas dilaksanakan di halaman kantor Bupati Kapuas pada hari Sabtu, 10 November 2012. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta dihibur oleh Paduan Suara SMPN 1 Selat Kuala Kapuas. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas, Ir. H. Muhammad Mawardi, MM.
Bupati Kapuas bersama ajudan
Saat upacara, Bupati membacakan sambutan tertulis dari Menteri Sosial RI, Dr. Salim Segaf Al Jufri, MA. Dalam acara ini, siswa-siswi SMPN 1 Selat Kuala Kapuas menyampaikan pesan-pesan para pahlawan Indonesia dalam bentuk puitisasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas