Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Alam Kalimantan Memudahkan Kita Melihat Kebesaran Tuhan

Hujan di tempat yang terpisah
Foto diatas diambil pada hari Sabtu, 16 Februari 2013 diatas sungai yang merupakan gabungan antara Sungai Kapuas dan Sungai Kapuas Murung. Foto diatas menunjukkan ada dua tempat yang sedang hujan pada tempat yang terpisah. Ini menunjukkan pada kita bahwa dimana hujan akan turun merupakan kehendak Allah. Dia-lah yang mengatur turunnya hujan. Itulah sebabnya ramalan cuaca itu cuma bisa memprediksi, tapi tidak pernah bisa memberi kepastian.

Kehebatan hujan juga tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Bila pemadam kebakaran hutan (Manggala Agni) kesulitan untuk memadamkan kebakaran hutan, maka dengan hujan deras saja dalam waktu singkat kebakaran tersebut akan selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)