Usaha Mencari Peta Virtual Background: Saat GIS Kalteng “Diuji” dengan Google Maps
Perbandingan tampilan Sei Pinang di dua platform: citra satelit pada Google Maps (kiri) dan Peta GIS Kalteng (kanan) relatif sama-sama belum detail. Perbedaannya, Google Maps menampilkan lebih banyak titik lokasi/nama tempat (POI) yang ditambahkan komunitas seperti Local Guides, sehingga orientasi lokasi terasa lebih mudah. Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 , saya mencoba mencari peta Kalimantan Tengah yang menarik untuk dijadikan virtual background saat rapat daring menggunakan Jitsi Meet . Saya lalu meminta bantuan Copilot (AI milik Microsoft). Copilot kemudian merekomendasikan sebuah situs pemetaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: Peta GIS Kalteng ( https://peta.simtaru.kalteng.go.id/ ). Awalnya saya cukup terkesan. Ketika saya mengarahkan peta ke wilayah Kuala Kapuas , tampilannya terlihat rapi dan informatif. Dari situ muncul rasa penasaran: kalau di ibu kota kabupaten terlihat lumayan detail, apakah wilayah yang lebih jauh seperti Sei Pinang (ibu kota Kecamatan Se...
kanapa jadi kadada katarangnya wan kada sampai ka BJM habarnya pesta adat Laluhan ngini, maka Kapuas parak wan Banjar,mun handak promosi baik ka Banjar.
BalasHapusMana Vidionya...ujar ada vidio, tapi kada kalihatan,....hehehe......mungkin kebawa angin punyuh alulah
BalasHapusNah hanyarmalihat vidionya,dasar dibawa angin jua ai tadi tulah,rupanya hanyar kembali,wah bagus juga tu,berartikan masyakat masih ingat ja dengan adat kita, walau sudah Zaman Globalisasi,tapi budaya daerah kita tetap ada dan dipertahankan, mudahan sampai ke anak cucu selanjutnya tetap ada soalnya sekarang ini banyak anak muda yang tidak tau apa itu laluhan ?jadi dalam kesempatan ini saya memohon agar pemangku adat dapat mensosialisikan Pengertian Laluhan tersebut khususnya Kepada Para remaja atau anak usia sekolah,trimakasih
BalasHapus