Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Sekitar 3 Peleton Polisi Diperbantukan Mengamankan Pengumuman Pemilukada Kapuas

Truk yang membawa polisi dari Palangka Raya
Pada hari Senin, 25 Maret 2013 sekitar pukul empat sore terdengar sirine polisi di Kota Kuala Kapuas, rupanya ada rombongan polisi yang datang. Jumlah polisi yang datang dari Palangka Raya berjumlah sekitar 100-an orang (kurang lebih 3 peleton / 1 kompi). Mereka didatangkan untuk mengantisipasi pengamanan di Kota Kuala Kapuas menjelang Pengucapan Keputusan Mahkamah Konstitusi yang akan berlangsung pada hari Selasa, 26 Maret 2013 pukul 14.00 WIB.

Menurut keterangan yang admin peroleh dari Kepolisian Sektor Selat, mereka mengatakan bahwa situasi aman-aman saja menjelang pengumuman tersebut. Admin tidak melihat adanya kesibukan khusus dari Polsek ini untuk menghadapi pengumuman besok. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"