Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Posko Siaga Darurat Bencana

Posko Siaga Darurat Bencana di Pulau Telo
Pada hari Selasa, 2 April 2013 bertempat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Jalan Kasturi, Kelurahan Pulau Telo, Kecamatan Selat, diselenggarakan peresmian Posko Siaga Darurat Bencana Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor Tahun 2013.

Para petugas yang menjaga posko ini berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), SAR dan beberapa lembaga lainnya. Mereka akan berjaga di posko (tenda dari BNPB) selama bulan April 2013. Bila diperlukan posko ini akan diteruskan pada bulan-bulan berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas