Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

Manfaat Puasa Ramadhan

Oleh : Ustadz Munir (Ikatan Da'i Indonesia Palangka Raya)

Motivasi ukhrawi lebih besar daripada motivasi duniawi
Kenikmatan dunia bukan disebut ni'mah tapi mata' (sesuatu yang dimiliki oleh manusia, tapi pada suatu saat, sedikit demi sedikit akan berkurang). Sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalih. Istri kalau sudah berumur 60 tahun sudah tidak cantik lagi. Puasa mengajarkan bahwa dunia itu harus digunakan seperlunya. Bukan berarti kita tidak perlu dunia. Kita tidak boleh mengesampingkan dunia. Kenikmatan dunia harus kita gunakan untuk mendapatkan kenikmatan di akhirat. Karena kita hidup di dunia, tabiat dunia harus kita pahami. Pada masa tabi'in, shalat fardhunya tidak dimasjid, mereka akan ditengok oleh mereka yang shalat jama'ah, kenapa dia tidak shalat berjama'ah, dengan kata lain dita'ziahi. Rasulullah pada bulan puasa lebih banyak bersedekah (seperti angin berhembus). 

Kepedulian terhadap masyarakat
Kepedulian sosial sudah mulai luntur. Di kota, kalau ada yang kecopetan, banyak yang ingin cari selamat. Kita kurang peduli dengan lingkugan. Ketika kita bersama-sama resikonya memang lebih banyak. Kok kehidupan individu sudah dimulai sejak sekarang, padahal itu harusnya terjadi saat hari kiamat dan hari hisab. Kalau kita individual, berarti kita hidup dalam suasana seolah-olah kita sudah meninggal. 




Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas