Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Manfaat Puasa Ramadhan

Oleh : Ustadz Munir (Ikatan Da'i Indonesia Palangka Raya)

Motivasi ukhrawi lebih besar daripada motivasi duniawi
Kenikmatan dunia bukan disebut ni'mah tapi mata' (sesuatu yang dimiliki oleh manusia, tapi pada suatu saat, sedikit demi sedikit akan berkurang). Sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalih. Istri kalau sudah berumur 60 tahun sudah tidak cantik lagi. Puasa mengajarkan bahwa dunia itu harus digunakan seperlunya. Bukan berarti kita tidak perlu dunia. Kita tidak boleh mengesampingkan dunia. Kenikmatan dunia harus kita gunakan untuk mendapatkan kenikmatan di akhirat. Karena kita hidup di dunia, tabiat dunia harus kita pahami. Pada masa tabi'in, shalat fardhunya tidak dimasjid, mereka akan ditengok oleh mereka yang shalat jama'ah, kenapa dia tidak shalat berjama'ah, dengan kata lain dita'ziahi. Rasulullah pada bulan puasa lebih banyak bersedekah (seperti angin berhembus). 

Kepedulian terhadap masyarakat
Kepedulian sosial sudah mulai luntur. Di kota, kalau ada yang kecopetan, banyak yang ingin cari selamat. Kita kurang peduli dengan lingkugan. Ketika kita bersama-sama resikonya memang lebih banyak. Kok kehidupan individu sudah dimulai sejak sekarang, padahal itu harusnya terjadi saat hari kiamat dan hari hisab. Kalau kita individual, berarti kita hidup dalam suasana seolah-olah kita sudah meninggal. 




Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)