Menanam Harapan di Tanah Kapuas: Desain Regeneratif untuk Masa Depan yang Melimpah

Gambar
  Bayangkan Anda memegang sebutir benih di tangan. Terlihat kecil, bahkan mungkin tidak berarti. Namun, begitu benih itu menyentuh tanah Kapuas kita yang subur, Anda tidak hanya menanam sebatang pohon di masa depan. Anda sedang menggerakkan sebuah sistem kehidupan yang utuh. Air mulai berkumpul, jamur di bawah tanah tersadar, dan mikroba memulai tugasnya. Akar mencengkeram tanah, menyaring air, sementara daun yang muncul menyerap karbon dari udara, menaungi bumi, dan memperlambat aliran air hujan. Serangga datang, burung mengikuti, dan satwa liar lainnya menemukan makanan serta tempat berlindung. Tanpa kita sadari, kita menuai hasilnya: udara yang lebih bersih, tanah yang lebih subur, iklim yang lebih stabil, dan ikatan yang lebih dalam dengan tempat yang kita sebut rumah. Inilah gagasan utama yang disampaikan oleh Sierra Bainbridge, seorang arsitek lanskap dari MASS Design Group. Ia mengajak kita untuk melihat desain dan pembangunan bukan sekadar sebagai cara mendirikan bangunan, ...

Rakor Kesiapsiagaan Kemarau 2013

Wakil Bupati Kapuas (kiri) dan Kepala BPBD Kabupaten Kapuas (kanan)
Pada hari Kamis, 25 Juli 2013 bertempat di aula kantor Bupati dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau. Kegiatan ini diikuti oleh pengampu kepentingan seperti dinas kehutanan dan perkebunan, dinas pertanian, dinas kesehatan, kesbanglinmas, dinas sosial, dinas pperhubungan, Dinas PU, Tagana, PMI, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni dll.

Rakor ini membicarakan tentang rencana posko lapangan penanggulangan kebakaran hutan, lahan dan pekarangan. Selain posko induk yang ada di BPBD ada posko lain di Basarang, Anjir Serapat dan di jalan Pemuda ke arah Palingkau.

Dalam sambutannya wakil bupati Kapuas mengharapkan agar kebakaran rumah juga menjadi perhatian. Beliau mengharapkan agar dapat dibuat beberapa titik sumber air di daerah yang rawan kebakaran. Selain itu beliau berharap agar spanduk atau baliho tidak ditempatkan di kota tapi di tempat dimana masyarakat seringh lewat ketika mereka menjuu ke lahan. Beliau juga mengajak agar 28 Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang ada di KApuas dilibatkan karena kontraktornya sering membakar lahan.

Kepala Manggala Agni Kapuas, Semarjito, menyampaikan bahwa tahun 2013 ini sampai sekarang sudah ada 40 titik hotspot di Kapuas. Rencana lain adalah apel siaga di stadion Panunjung Tarung, kampanye dan pembentukan Masyarakat Peduli Api di Mantangai.

Komentar

  1. Sosialisasi Dampak Kebakaran Hutan lebih ditingktatkan pada Masyarakat dan Terutama Pada Perusahaan-perusahaan Besar yang berada di Kabupaten Kapuas. Tindakan tegas dilakukan pada Oknum yang melanggar agar memberikan efek jera. Namun bagaimana nasib masyarakat petani tradisional yang sudah terbiasa bakar lahan untuk bertani karena menyangkut biaya yang harus dikeluarkan, harapan ada solusi yang bijak berpihak pada masyarakat untuk hal tersebut sehingga tidak ada lagi kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekedar refresh pada Pemangku kebijakan di Kabupaten Kapuas bahwa di Kabupaten Kapuas sudah terbentuk DAMKAR MANDIRI yang merupakan gabungan dari BPK swasta yang selama ini mempunyai tugas pokok untuk kebakaran Perumahan dan juga terlibat pada pemadaman lahan pada tahun sebelumnya yang bekerja tanpa pamrih. Terimakasih dengan harapan dalam POSKO Kesiapsiagaan Kemarau 2013 berjalan lancar dan melibatkan seluruh elemen Pemerintah, Organisasi, dan masyarakat yang terkait.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas