The Salahuddin Generation (Serial 2) Perang Salib Pertama: Mengapa yang Runtuh Duluan Justru Kita?

Gambar
  Dalam Episode 2, Dr. Hassan Elwan mengajukan tesis yang “menyakitkan” tetapi penting: Yerusalem tidak jatuh pertama kali karena pasukan Salib lebih kuat atau lebih banyak—melainkan karena sesuatu di internal dunia Muslim sudah runtuh terlebih dahulu. Episode ini menelusuri Perang Salib Pertama dari mobilisasi Eropa, Nicaea, Dorylaeum, Antioch, Ma‘arra, hingga pembantaian Yerusalem tahun 1099—lalu menutupnya dengan pertanyaan tajam: mengapa orang-orang yang tulus terus kalah? 1) Kekuatan Paus dan mesin mobilisasi Eropa Dr. Hassan membuka dengan menjelaskan konteks Eropa abad pertengahan: meski terpecah secara politik, ada satu figur yang sangat dominan, yakni Paus —dipandang sebagai “otoritas tertinggi” yang ditaati, bahkan oleh para penguasa. Dari sinilah Perang Salib dipantik melalui seruan Paus Urban II di Clermont: gabungan retorika agama + janji keuntungan duniawi (tanah subur, harta, “milk and honey”). Intinya: mereka tidak hanya “marah”—mereka terorganisasi . 2) ...

Kunjungan Guru Ijai ke Kuala Kapuas

Kisah ini disampaikan oleh Haji Hasan, pemilik Toko Mas Hasanah pada hari Sabtu, 10 Agustus 2013 ketika admin berkunjung ke rumah beliau:

Sekitar tahun 1991, setelah membangun rumah yang terbakar, Haji Hasan berniat untuk mengundang Guru Ijai ke rumah beliau. Saat itu orang-orang mengatakan bahwa sulit untuk mengundang Guru Ijai karena jadwal beliau sangat padat. Tapi ketika beliau mendapatkan kesempatan bertemu dengan Guru Ijai yang baru saja selesai operasi, Guru Ijai menyanggupi. Bahkan waktu untuk mempersiapkan kunjungan tersebut cuma dua hari, mereka berkunjung ke Guru Ijai hari Minggu dan jadwal yang ditetapkan adalah hari Selasa. Syukurlah karena sudah direncanakan jauh-jauh hari, semua makanan disiapkan dari Banjarmasin, sehingga di Kuala Kapuas tinggal menyiapkan tempat saja.

Haji Hasan tidak membuat undangan secara khusus tentang kedatangan Guru Ijai ini, tapi beliau mengandalkan undangan dari mulut ke mulut. Meskipun demikian jumlah jama'ah yang datang sangat luar biasa, sampai memenuhi jalan Jendral Sudirman. Ada 10 buah speedboat yang digunakan oleh rombongan dari Sekumpul untuk menyertai kunjungan Guru Ijai ke Kuala Kapuas. Menurut keterangan Haji Hasan, Guru Ijai sempat tidur di rumah beliau sebentar karena sangat kelelahan.

Dalam jamuan bagi para pengunjung, Haji Hasan sudah menyiapkan pisang. Namun pisang tidak kunjung keluar. Setelah ditanyakan ke bagian dapur, ternyata pisang tersebut sudah habis di dapur karena masyarakat menganggap bahwa pisang-pisang tersebut sudah di do'akan oleh Guru Ijai. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas